makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Per April 2022, Harga Pertamax Naik Dikisaran Rp 12.000/Liter, Gimana Kabar Pertalite?

author
Tim Makmur
author
31 Maret 2022
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Dalam hal investasi, banyak metode yang bisa kamu temukan baik di dalam buku teori maupun di praktik nyata para investor. Mungkin sebagian dari kamu sudah pernah melakukan salah satu dari metode ini namun belum mengetahui metode apa yang terbaik.

Beberapa metode investasi dan fungsinya :

1. Lump Sum (LS)

Metode Lump Sum (LS) merupakan metode pembayaran secara sekaligus / all-in. Contoh apabila kamu memiliki uang sebesar 10 juta rupiah maka uang itu langsung semuanya kamu investasikan dalam sekali transaksi tanpa melihat lagi posisi harga instrumen investasimu.

Metode ini paling cocok untuk instrumen investasi dengan tingkat Risiko Rendah seperti Reksa Dana Pasar Uang dan/atau Reksa Dana Pendapatan Tetap.

Baca juga : Apa Saja Jenis-Jenis Reksa Dana? 

Apakah metode ini bisa digunakan dalam investasi Reksadana Saham? Jawabannya yaitu bisa tapi sangat tidak disarankan, karena instrumen investasi yang memiliki Risiko Tinggi cenderung pergerakan harganya cukup fluktuatif sehingga ketika kamu membeli pas di harga “pucuk” / tinggi alias mahal, maka sering kali kamu akan merasakan yang namanya kekecewaan ketika harga aktivanya turun dan ingin mengatakan “Aduh harusnya aku belinya hari ini”.

Kesalahan penggunaan metode ini sering kali terjadi di kalangan para investor karena minimnya pengetahuan investasi yang membuat para investor merasakan trauma investasi dan tidak mau lagi berinvestasi. 

Bagi kalian yang masih suka pakai metode ini, sebaiknya gunakan di instrumen yang aman-aman aja yah seperti Reksa Dana Pasar Uang yang memiliki risiko rendah.

2. Market Timing (MT)

Metode Market Timing (MT) ini adalah kemampuan untuk menentukan waktu kapan harus beli dan kapan harus jual. 

Contoh apabila kamu barusan beli Reksa Dana Saham di harga NAB/Unit 1000, ternyata harganya naik menjadi 1030, dan karena merasa sudah cukup dengan keuntungan 3% maka kamu menjualnya. Begitu pula ketika harganya tiba-tiba turun ke 970 dan kamu merasa harganya sudah cukup murah dan memutuskan untuk membelinya kembali.

Permasalahan dari metode MT ini yaitu tidak seorang pun yang akan tahu hari esok apakah akan lebih baik atau akan lebih buruk dari hari ini.

Penggunaan metode MT ini biasanya digunakan di instrumen dengan Risiko Tinggi seperti Pasar Saham / Reksa Dana Saham dan paling cocok untuk kalangan para trader dengan bantuan analisa teknikal untuk mengetahui entry dan exit point nya. Metode MT ini juga perlu dikombinasikan dengan metode averaging yaitu pembelian / penjualan bertahap alias bukan Lump Sum.

Bagi kalian yang suka pakai metode ini, sebaiknya selalu berhati-hati dan jangan terlalu gegabah alias terburu-buru mengambil keputusan dalam berinvestasi di Pasar Saham / Reksa Dana Saham apabila kalian belum siap menerima risiko pergerakan harganya yang sangat cepat. Sebelum berinvestasi ada baiknya kalau kalian menyesuaikan dengan profil investasi kalian terlebih dahulu.

3. Dollar Cost Avaraging (DCA)

Metode Dollar Cost Avaraging (DCA) adalah metode disiplin berinvestasi secara rutin tanpa memperhatikan harga instrumen investasi misalnya rutin setiap tanggal 1 atau tanggal 25 disetiap bulannya.

Bagus tidaknya tergantung dari instrumen investasi yang kamu pilih. Apabila investasi di instrumen dengan Risiko Rendah seperti Reksa Dana Pasar Uang, metode LS yang dilakukan secara rutin masih lebih optimal dibanding metode DCA.

Selain mengajarkan kita untuk disiplin & rutin berinvestasi, metode ini juga sangat efektif untuk instrumen Risiko Tinggi seperti Reksadana Saham.

Simulasi investasi dengan DCA :

Dengan menggunakan metode ini, kamu tidak perlu kuatir apakah kamu beli kemahalan atau sudah murah, karena yang ditekankan dari metode ini yaitu selalu rutin berinvestasi di suatu tanggal tertentu disetiap bulannya.

Apa yang terjadi apabila kamu tidak disiplin alias bolong-bolong investasinya? Walau investasinya di Reksadana yang sama namun hasilnya akan berbeda, simak simulasi sebagai berikut:

Play Store 

IOS : App Store 

Website : Makmur.id 

Baca juga : [Undangan Webinar] Yuk Belajar Reksa Dana Bareng Makmur! 

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Strategi Emiten Telekomunikasi, Cara Telkom (TLKM) dalam Menjaga Stabilitas ARPU Melalui Integrasi IndiHome dan Telkomsel

Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]

author
Content Management
calendar
13 Agustus 2026
Artikel

Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal BI, Penguatan Rupiah di Depan Mata?

Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]

author
Content Management
calendar
12 Agustus 2026
Artikel

Fenomena Silent Wealth dan Mengapa Strategi Mengelola Exposure Instrumen Investasi Efektif untuk Investor Jangka Panjang

Key Takeaways: Di tengah maraknya tren yang menunjukkan gaya hidup mewah di media sosial, banyak investor dengan kemampuan finansial yang baik justru memilih untuk tidak menampilkan kekayaan secara berlebihan. Tren tersebut dikenal sebagai silent wealth, yaitu konsep yang memandang pertumbuhan aset dan kesehatan finansial tidak diukur dari barang yang dimiliki atau ditunjukkan, melainkan dari aset […]

author
Content Management
calendar
11 Agustus 2026
Artikel

Apakah Insider Ownership Tinggi Menjamin Saham Stabil? Ini Cara Menyusun Strategi Investasinya

Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]

author
Content Management
calendar
10 Agustus 2026
Artikel

Menggali Potensi Saham Prajogo Pangestu dan Cara Menilai Risikonya

Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]

author
Content Management
calendar
06 Agustus 2026
Artikel

Cara Menggunakan Excess Returns Model (ERM) untuk Menilai Kinerja Saham 

Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]

author
Content Management
calendar
05 Agustus 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0