Bagi kamu penggemar sejati drama Korea, pasti sudah nonton dong Squid Game, Start-Up & Hometown Cha-Cha-Cha. Tidak hanya menonton, tapi kita juga bisa pelajari makna dari ceritanya lho.. Apa saja kah itu?

Foto Squid Game
Drama korea yang ber-genre thriller & horror fiction ini sempat viral ke segala penjuru negara, salah satunya di Indonesia. Drama ini menceritakan tentang kerasnya kehidupan dimana pemeran utama Seong Gi-Hun yang diperankan oleh Lee Jung-jae terjebak dengan utang nya yang cukup besar.
Diawal cerita, tampak Gi-Hun yang mempunyai hobi taruhan pacuan kuda dan dia cukup beruntung karena dia memenangkan taruhan tersebut. Namun sayangnya uang hasil hadiah taruhan tersebut semuanya diculik oleh seorang pencopet, Kang Sae-byeok, yang diperankan oleh Jung Ho-Yeon. Malangnya lagi uang yang dia pakai untuk taruhan merupakan uang hasil pinjaman dari rentenir.
Gi-Hun pun dikejar oleh rentenir dan menghabisinya di sebuah Toilet karena tidak mampu membayarkan pinjamannya, Gi-Hun pun meminta waktu untuk melunasin pinjamannya. Singkat cerita Gi-Hun diajak kesebuah game thriller yang menawarkan sejumlah uang dimana nyawalah taruhannya.
Di game tersebut dikumpulan orang-orang yang memiliki masalah finansial, mulai dari yang kelilit utang hingga yang kejebak investasi bodong sehingga hanya melalui game tersebutlah masalah finansial mereka dapat teratasi.
Mau sampai kayak gitu? Amit-amit lah yah…
Pembelajaran yang bisa kamu pelajari dari drama ini yaitu gunakan uang mu dengan bijak dan hati-hati dalam hal berinvestasi. Investasilah ke instrumen yang terdaftar di regulator alias Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu pelajarilah instrumen investasi mu, pahami risikonya dan jangan ikut-ikutan kata teman.
Trading Saham Lebih Banyak Cuan atau Boncosnya?
Pelajaran yang bisa kamu dapatkan dari drama ini yaitu :
1. Dalam berinvestasi, jangan ikut-ikutan kata orang tapi kamu harus pelajari dulu hingga kamu mengerti apa yang kamu investasikan
2. Jangan berinvestasi menggunakan utang / gadai, tapi sisihkan lah penghasilanmu ke investasi
3. Sebelum berinvestasi, pahami dulu risiko instrumen investasi mu karena tidak semua instrumen investasi sesuai dengan profil kamu.
4. Apabila baru mau mengenal investasi, mulai lah investasi di Reksa Dana Pasar Uang karena memiliki risiko rendah.
5. Jangan gegabah dalam menjual hasil investasimu terutama Reksa Dana Saham, karena investasi di Reksa Dana Saham memang untuk jangka panjang dan portofolio kamu pun bisa kembali normal lagi, kamu bisa gunakan strategy average down untuk yang nyangkut di harga terlalu tinggi.
Jadi kamu sudah banyak belajar finansial nih dari beberapa drama Korea diatas. Yuk mulai perjalanan investasi mu melalui aplikasi Makmur, karena melalui aplikasi ini kamu dapat menemukan berbagai produk dari Manager Investasi terbaik.
Android : Play Store
IOS : App Store
Website : Makmur.id
Baca juga : Apa Saja Keuntungan Berinvestasi di Reksa Dana?
Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]
Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]
RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik sepanjang Juli 2026 bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi. Pada awal bulan, IHSG masih diproyeksikan mencatatkan kinerja positif, didukung pemulihan laba sektor perbankan pada Semester I 2026 serta komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3%. Di sisi lain, masuknya pasar modal Indonesia ke dalam watchlist S&P Global dinilai belum memberikan dampak […]