Ketika kamu berinvestasi, tentunya kamu berharap agar investasimu dapat menghasilkan benefit kepadamu. Dalam pembelajaran hari ini, kamu akan belajar cara menghitung hasil investasi (return on investment / ROI)
Return adalah tingkat pengembalian dari investasi, pada umumnya dinyatakan dalam bentuk persentase dari investasi.
Kamu hanya dapat menghitung return dari suatu investasi yang telah berlalu (Historical Return), namun hal tersebut dapat kamu gunakan untuk mengukur resiko di masa yang akan datang.
Ukuran-ukuran resiko yang kamu dapatkan melalui Historical Return dapat kamu gunakan untuk menghitung expected return / harapan hasil investasi untuk masa depan dengan menggunakan metode probabilitas yang kamu akan pelajari disegmen-segmen yang akan datang.
Bagaimana cara menghitung historical return? Yuk simak sebagai berikut:
Imbal hasil (return) dalam investasi saham terdiri dari 2 komponen yaitu Dividen dan Perubahan Harga Saham.
Dividen merupakan komponen return yang mencerminkan pendapatan yang kamu peroleh secara periodik dari suatu investasi. Besaran dan jadwal pembagian Dividen biasanya ditentukan oleh suatu perusahaan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Perubahan Harga Saham merupakan kenaikan (penurunan) harga saham yang dapat memberikan keuntungan (kerugian) bagi investor. Istilah lainnya yang mungkin kamu lebih kenal yaitu Capital Gain (Loss).
Total Return = Dividen Yield + Capital Gain (Loss)
Untuk perhitungan kinerja saham dari waktu ke waktu / return single period dapat menggunakan rumus sebagai berikut :

Dimana:
TRt = Total Return pada periode t
Dt+1 = Dividen pada periode t+1
Pt+1 = Harga saham pada periode t+1
Pt = Harga saham pada periode t
Contoh :
Pak Budi beli saham PT Kipas Terbang pada tanggal 1 September 2020 dengan harga saham perlembar Rp 8,000. Pada tanggal 1 Desember 2021 diketahui PT Kipas Terbang membagikan Dividen sebesar Rp 80 perlembar saham. Pak Budi menjual sahamnya pada tanggal 17 Januari 2022 dengan harga saham Rp 10,000 perlembar saham. Berapa total return pak Budi?
Play Store
IOS : App Store
Website : Makmur.id
Baca juga : Pengertian Investasi & Bagaimana Prosesnya
Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]
Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]
Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]
Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]
RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]