Tingkat kriminalitas dan keamanan suatu negara sangat ditentukan dari tingkat perekonomian negara tersebut. Semakin tinggi tingkat perekonomian suatu negara maka tentunya masyarakat nya semakin makmur sehingga tingkat kriminalitas pun akan menurun.
Kita tahu bahwa sejak pandemi covid-19 yang masuk di Indonesia pada tahun 2020 yang lalu, banyak perusahaan yang mengalami masa-masa sulit bahkan tidak sedikit yang gulung tikar. Hal ini terjadi karena aktivitas ekonomi menurun sehingga bisnis usaha semakin susah, sejak saat itu tingkat kriminalitas pun meningkat.
Akhir-akhir ini sedang marak berita tentang kasus penipuan & investasi bodong melalui koperasi hingga aplikasi ilegal.
Dua alasan utama yang membuat seseorang ingin berinvestasi di tempat ilegal :
1. Ingin Cepat Kaya
Berbagai tawaran investasi ilegal yang ditawarkan melalui media iklan dengan janji keuntungan yang “pasti” sebesar 15%-200% per tahunnya membuat seseorang yang awam bisa tergiur akan tawaran tersebut.
Lambat tapi aman, pelan tapi halal, itu lah jalan yang seharusnya ditempuh oleh seseorang pada umumnya.
2. Minim Pengetahuan Investasi
Seseorang biasanya hanya tahu keuntungan yang bisa didapatkan melalui instrumen investasi A, B, C dan D, namun tidak mengetahui apa yang sebenarnya mereka investasikan, apakah legal atau tidak, apakah masuk akal atau tidak.
Ketika ditawarkan investasi dengan keuntungan “pasti” sekian %, maka langsung tanpa berpikir panjang berinvestasi dan kena tipu.
Dua hal tersebut yang kerap kali membuat seseorang trauma investasi karena salah berinvestasi di tempat ilegal.

Ilustrasi berpikir
Suatu sindikat yang menawarkan investasi ilegal tentunya bersalah dan akan dihukum sesuai perundang-undangan, namun bagi kalian yang terkena penipuan tersebut tentunya harus belajar untuk lebih teliti lagi sebelum melakukan investasi.
Berikut Tips & Trik yang penting kalian ketahui sebelum berinvestasi :
Kerap kali masyarakat pada umumnya melihat “Oh Artis ini jadi Brand Ambassadornya, Oh Youtuber ini Subscribernya puluhan juta jadi Brand Ambassadornya, pasti aman dong?” belum tentu bos.
Hal yang penting kamu lakukan yaitu cek legalitas perusahaan tersebut apakah sudah terdaftar di Regulator atau belum. Regulator Keuangan di Indonesia yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Regulator Barang Komoditas di Indonesia yaitu Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
Dimana ceknya? Bisa kamu akses di website regulator tersebut dengan menuliskan nama perusahaan yang ingin kamu cari. Apabila belum terdafar, apa mau nekat untuk tetap berinvestasi?
Untuk investasi yang Legal pun kamu penting untuk mempelajari instrumen investasimu. Jangan beli “kucing dalam karung” alias hanya tahu keuntungan yang ditawarkan tetapi tidak tahu apa yang kamu investasikan. Alangkah baiknya apabila kamu mempelajari seutuhnya, keuntungan dan risikonya apa saja.
Apabila kamu suka yang risiko rendah, ada banyak pilihan instrumen investasi dengan risiko rendah seperti Reksa Dana Pasar Uang, namun potensi imbal hasilnya juga tentu rendah. Namun apabila kamu suka yang memberikan potensi keuntungan yang tinggi, kamu bisa memilih Reksa Dana Saham yang tentunya juga memiliki risiko yang tinggi.
Baca juga : [Undangan Webinar] Yuk Belajar Reksa Dana Bareng Makmur!
Nah yang ini juga tidak kalah pentingnya, walau perusahaan sudah terdaftar di regulator dan telah mendapat izin yang Legal, namun bisa saja diluar sana ada oknum yang melakukan tindak kriminalitas dengan menggunakan nama individu / institusi untuk melakukan modus penipuan.
Apabila kamu ingin berinvestasi di Reksa Dana maka pastikan nama rekening tujuan investasimu adalah nama Reksa Dana yang ingin kamu beli, bukan nama individu atau nama institusi abal-abal.
Nah sekarang kamu sudah tau kan tips & trik yang perlu kamu lakukan sebelum berinvestasi. Ingin berinvestasi ditempat yang Aman & Legal?
Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai promo menarik. PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bersama Makmur kamu bisa temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan. Yuk unduh melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Android : Play Store
IOS : App Store
Website : Makmur.id
Baca juga : Apa Saja Jenis-Jenis Reksa Dana?
Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]
Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]
RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik sepanjang Juli 2026 bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi. Pada awal bulan, IHSG masih diproyeksikan mencatatkan kinerja positif, didukung pemulihan laba sektor perbankan pada Semester I 2026 serta komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3%. Di sisi lain, masuknya pasar modal Indonesia ke dalam watchlist S&P Global dinilai belum memberikan dampak […]