makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Metode Investasi Apa Yang Paling Baik? Lump sum, Market Timing, atau Dollar Cost Avaraging?

author
Tim Makmur
author
10 Maret 2022
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Ilustrasi Saham (Anna Nekrashevich | Pexels)

Berbicara mengenai investasi itu sangatlah luas karena jaman sekarang ini sangat banyak ragam pilihan investasi mulai dari Emas, Obligasi, Saham, Reksa Dana hingga Mata Uang Kripto. Namun investasi yang membutuhkan modal kecil dimulai dari Rp 1.000 hanya bisa kamu temukan di Reksa Dana. 

Berbicara mengenai Reksa Dana sebenarnya apa sih itu?

Simpelnya Reksa Dana merupakan wadah investasi yang dikelola oleh Manajer Investasi. Dalam hal ini investasi yang kamu simpan di Reksa Dana akan diinvestasikan kembali ke berbagai instrumen investasi seperti deposito, obligasi atau saham oleh perusahaan yang profesional dibidang investasi yaitu Manajer Investasi.

Seperti kita ketahui, Reksa Dana terdiri dari beberapa jenis yaitu dari Reksa Dana Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran dan Saham, namun dari semuanya itu Reksa Dana Saham lah yang memiliki potensi pengembalian imbal hasil terbesar dan tentunya berbanding lurus dengan tingkat risikonya yang juga paling besar.

Apa saja ragam Reksa Dana Saham?

Sebelum kita mempelajari ragamnya, kita perlu mengetahui seperti apa sih Reksa Dana Saham. 

Reksa Dana Saham adalah jenis Reksa Dana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari aktivanya dalam bentuk saham. Dalam hal ini mayoritas uang yang terkumpul akan diinvestasikan dalam bentuk saham, sisanya dalam bentuk instrumen pasar uang seperti deposito maupun uang kas.

Dalam pengelolaan Reksa Dana Saham secara garis besar terbagi menjadi 2 metode yaitu:

1. Pengelolaan Aktif

Strategi pengelolaan ini digunakan oleh mayoritas Manajer Investasi dalam mengelola portofolio sahamnya. Sesuai jenisnya “Aktif” yang berarti mekanisme pemilihan saham dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu dengan melakukan riset investasi terlebih dahulu sebelum membeli saham-saham yang terdapat di Bursa Efek Indonesia. 

Ilustrasi Data Riset

Riset investasi biasanya meliputi:

  • Mencari tahu sosok pemimpin / manajemen perusahaan
  • Mempelajari alur bisnis perusahaan
  • Melihat laporan keuangan perusahaan
  • Menganalisa prospek / potensi pertumbuhan bisnis perusahaan dimasa mendatang.

Hasil riset akan menjadi salah satu pedoman keputusan investasi di Reksa Dana Saham dengan metode pengelolaan Aktif.

Beberapa contoh Reksa Dana Saham dengan metode pengelolaan Aktif antara lain:

  • Batavia Dana Saham Optimal
  • Eastspring Investments Alpha Navigator Kelas A
  • Trim Kapital Plus
  • Dll…

2. Pengelolaan Pasif

Metode pengelolaan pasif ini cukup banyak kamu bisa temukan dipasaran Reksa Dana Saham. Sesuai dengan namanya “Pasif”, pengelolaan Reksa Dana Saham dengan metode pengelolaan pasif cenderung akan selalu mengikuti isi dan pergerakan indeks saham acuannya. 

Beberapa indeks saham yang bisa kamu temui di pasar saham Indonesia antara lain:

  • Indeks LQ45
  • Indeks IDX30
  • Indeks IDX80
  • Indeks SRI-KEHATI
  • Dll…

Reksa Dana Saham dengan pengelolaan pasif ini sangat gampang untuk kamu ketahui karena pada umumnya akan mencantumkan nama Indeks di nama Reksa Dana nya seperti contoh :

  • Avrist Indeks LQ45
  • Batavia LQ45 Plus
  • BNI-AM Indeks IDX30
  • RHB SRI KEHATI Index Fund
  • Dll…

Dari kedua metode diatas yang memiliki risiko lebih rendah tentunya Reksa Dana Saham yang pengelolaannya mengacu indeks tertentu (alias pengelolaan pasif) karena ketika indeks naik maka kinerja dari Reksa Dana Saham tersebut harusnya akan naik, begitu pula sebaliknya. Hal tersebut dikarenakan isi portofolio sahamnya disesuaikan dengan saham-saham yang terdapat di dalam indeks acuannya. 

Play Store 

IOS: App Store 

Website: Makmur.id 

Baca juga: Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Berinvestasi, Ketika Pasar Modal Anjlok atau “To the Moon”? 

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Strategi Emiten Telekomunikasi, Cara Telkom (TLKM) dalam Menjaga Stabilitas ARPU Melalui Integrasi IndiHome dan Telkomsel

Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]

author
Content Management
calendar
13 Agustus 2026
Artikel

Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal BI, Penguatan Rupiah di Depan Mata?

Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]

author
Content Management
calendar
12 Agustus 2026
Artikel

Fenomena Silent Wealth dan Mengapa Strategi Mengelola Exposure Instrumen Investasi Efektif untuk Investor Jangka Panjang

Key Takeaways: Di tengah maraknya tren yang menunjukkan gaya hidup mewah di media sosial, banyak investor dengan kemampuan finansial yang baik justru memilih untuk tidak menampilkan kekayaan secara berlebihan. Tren tersebut dikenal sebagai silent wealth, yaitu konsep yang memandang pertumbuhan aset dan kesehatan finansial tidak diukur dari barang yang dimiliki atau ditunjukkan, melainkan dari aset […]

author
Content Management
calendar
11 Agustus 2026
Artikel

Apakah Insider Ownership Tinggi Menjamin Saham Stabil? Ini Cara Menyusun Strategi Investasinya

Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]

author
Content Management
calendar
10 Agustus 2026
Artikel

Menggali Potensi Saham Prajogo Pangestu dan Cara Menilai Risikonya

Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]

author
Content Management
calendar
06 Agustus 2026
Artikel

Cara Menggunakan Excess Returns Model (ERM) untuk Menilai Kinerja Saham 

Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]

author
Content Management
calendar
05 Agustus 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0