Ilustrasi Investasi (Towfiqu barbhuiya | Unsplash)
Pada awal bulan Februari 2022, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menerbitkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua dimana Jaminan Hari Tua (JHT) baru bisa diklaim diusia 56 tahun.
Tidak lama setelah peraturan itu diterbitkan, muncullah pro dan kontra terkait peraturan tersebut. Aspirasi pekerja pun disampaikan oleh Serikat Buruh dengan melalukan demonstrasi di depan gedung Kemenaker. Aspirasi dari perwakilan Serikat Buruh pun ditampung oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dan disampaikan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Setelah mendengar aspirasi suara rakyat, Presiden Jokowi pun sangat memahami kondisi rakyat dan memerintahkan kepada Menaker agar tata cara dan persyaratan pembayaran JHT itu disederhanakan dan dipermudah. Presiden pun meminta agar peraturan Permenaker segera direvisi.
Pada tanggal 2 Maret 2022, Menaker Ida Fauziyah pun menyampaikan bahwa peraturan terkait pencairan JHT dikembalikan ke Permenaker Nomor 19 Tahun 2015 yang berarti JHT bisa cair tanpa harus menunggu usia 56 tahun. Hal ini pun direspon positif dari kalangan pekerja.
Dengan mengikuti program BPJS-TK, sebenarnya kamu sudah menerapkan prinsip disiplin berinvestasi untuk hari tua mu dimana 2% dari gaji kamu akan langsung dialokasikan ke BPJS-TK setiap bulannya yang akan dikelola lebih lanjut ke beberapa instrumen investasi yang dimulai dari Deposito, Obligasi bahkan Saham pun ada.

Ilustrasi memahami investasi (Mathieu Stern | Unsplash)
Program BPJS-TK sebenarnya mirip dengan berinvestasi di Reksa Dana namun perbedaannya ada disisi pihak pengelolanya dimana BPJS-TK dikelola oleh negara dan Reksa Dana dikelola oleh perusahaan profesional.
Apakah investasi di Reksa Dana menguntungkan? Semuanya tergantung dari Jenis Reksa Dana yang kamu pilih dan juga tujuan investasi mu, seberapa lama durasi investasi mu. Apabila investasi untuk jangka pendek, tentu kamu bisa memilih Reksa Dana Pasar Uang yang pada umumnya memberikan hasil investasi diatas bunga Deposito Bank. Namun apabila investasimu untuk hari tua, maka kamu bisa memilih Reksa Dana Saham yang memiliki potensi pemberian hasil investasi yang terbesar dan tentunya memiliki risiko investasi yang juga tinggi.
Baca juga : Apa Saja Keuntungan Berinvestasi di Reksa Dana?
Hal terpenting yang kamu bisa lakukan yaitu disiplin dan rutin berinvestasi maka kamu bisa mendapatkan hasil yang terbaik untuk masa depan mu yang lebih baik. Yuk mulai perjalanan investasimu dengan menggunakan aplikasi Makmur dimana kamu bisa menemukan berbagai pilihan Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi yang profesional.
Makmur adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Temukan berbagai promo-promo terbaik hanya melalui aplikasi Makmur dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu yah..
Android : Play Store
IOS : App Store
Website : Makmur.id
Baca juga : Apa Saja Jenis-Jenis Reksa Dana?
Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]
Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]
Key Takeaways: Di tengah maraknya tren yang menunjukkan gaya hidup mewah di media sosial, banyak investor dengan kemampuan finansial yang baik justru memilih untuk tidak menampilkan kekayaan secara berlebihan. Tren tersebut dikenal sebagai silent wealth, yaitu konsep yang memandang pertumbuhan aset dan kesehatan finansial tidak diukur dari barang yang dimiliki atau ditunjukkan, melainkan dari aset […]
Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]
Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]
Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]