makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Mending Investasi di Reksa Dana atau Asuransi Unit Link?

author
Tim Makmur
author
24 Januari 2022
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Ilustrasi Pasar Modal dengan kondisi Bullish. (Pexel |Burak Kebapci)

Pada hari Senin, 7 Februari 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali memperlihatkan ketangguhannya dengan mencetak rekor barunya bahkan mengalahkan rekor sebelum masa Pandemi Covid-19.

Berdasarkan data yang diambil dari RTI Business, pada akhir sesi kedua pada pukul 15.15 WIB IHSG ditutup diangka 6804.937 dengan adanya penguatan sebesar 73.546 poin (+1.09%) dibanding dengan harga penutupan pada periode sebelumnya. 

Adapun disesi pertama IHSG sempat mencatatkan angka tertingginya yaitu 6806.730 yang merupakan rekor tertinggi sepanjang masa IHSG pernah ada. Hal ini tidak lepas dari dorongan dana asing yang mengalir deras masuk ke Tanah Air kita, yaitu di IHSG. 

Pada penutupan sesi kedua, IHSG dicatatkan membukukan Net Foreign Buy (Regular Market) sebesar 2.02 Triliun Rupiah dari total nilai perdagangan hari ini yaitu 12.956 Triliun Rupiah, angka ini bukanlah angka yang sedikit lho.

Kenapa dana asing banyak masuk ke pasar modal Indonesia?

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada Triwulan III tahun 2021 vs Triwulan III tahun 2020 yaitu sebesar +3.51% (Year on Year) dan bila dibandingkan dengan Triwulan II 2021 mengalami kenaikan sebesar +1.55% (Quarter on Quarter). 

Menteri Keuangan Sri Mulyani pun memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun 2021 sebesar 3.7% dimana prediksi sebelumnya juga dikisaran 3.5%-4.0%, masih on-track.

Investor asing yang pada tahun-tahun sebelumnya belum tertarik berinvestasi di pasar modal Indonesia dan masih memilih berinvestasi di Negara Maju seperti Amerika Serikat, China, Jepang, Hongkong dan lainnya. Hal utama yang mendorong mereka berinvestasi di Negara Maju selain dari tingkat risiko yang lebih rendah, negara tersebut juga telah mencatatkan data pertumbuhan ekonomi yang baik. 

Seiring berjalannya waktu, Indonesia pun memasuki masa pemulihan ekonomi dan telah terbukti mencatatkan angka pertumbuhan ekonomi yang semakin positif dibanding periode-periode sebelumnya. Hal ini membuat investor asing mulai melirik ke pasar modal Indonesia (IHSG) yang nilainya masih tergolong cukup murah dibandingkan indeks di beberapa Negara Maju.

Faktor lainnya yang juga sangat ditunggu-tunggu para investor asing yaitu dari rilisnya beberapa laporan keuangan dari sejumlah emiten yang membawa angin segar kepada para investor asing karena kinerja emiten semakin membaik sejalan dengan pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung. Hal ini sangat mendorong investor asing untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Pelajaran apa yang bisa ambil dari rekor baru IHSG ini?

Mungkin sebagian besar dari kamu masih takut untuk mencoba dan juga masih minim pengetahuan tentang investasi di Reksa Dana Saham. Ada juga yang berpikir bahwa nilai IHSG saat ini sudah terlalu tinggi dan sudah telat untuk berinvestasi. Tidak salah untuk berpikir demikian apabila jangka waktu investasi kamu adalah untuk jangka pendek, karena investasi di Reksa Dana Saham itu untuk jangka waktu panjang alias untuk masa depan kamu.

Mungkin kamu juga berpikir, “Ah ngapain jauh-jauh mikir masa depan, mending aku nikmatin aja hasil uang usaha ku” Apabila anda berpikir seperti ini maka anda sudah benar! Karena kita perlu memberikan hadiah untuk diri kita sendiri (self reward) atas usaha kerja keras kita. Namun satu hal yang perlu kamu ketahui bahwa self reward boleh tapi akan lebih baik lagi kalau ada kontrolnya yaitu dengan memetakan uang hasil usaha kamu seperti ini: 

40% untuk kebutuhan pokok

30% untuk self reward (kebutuhan tersier)

15% untuk investasi hari tua

10% untuk dana darurat

5% untuk amal / kebaikan

Apabila kamu sudah menerapkan prinsip tersebut, maka keuangan kamu tiap bulannya akan lebih terkontrol dan hari tua mu pun akan tetap Makmur walau sudah tidak bekerja alias sudah pensiun. Coba lakukan hal ini dengan disiplin selain memanjakan diri, kamu perlu rutin juga berinvestasi untuk hari tua mu.

Play Store 

IOS: App Store 

Website: Makmur.id 

Baca juga : Trading Saham Lebih Banyak Cuan atau Boncosnya? 

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Strategi Emiten Telekomunikasi, Cara Telkom (TLKM) dalam Menjaga Stabilitas ARPU Melalui Integrasi IndiHome dan Telkomsel

Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]

author
Content Management
calendar
13 Agustus 2026
Artikel

Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal BI, Penguatan Rupiah di Depan Mata?

Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]

author
Content Management
calendar
12 Agustus 2026
Artikel

Fenomena Silent Wealth dan Mengapa Strategi Mengelola Exposure Instrumen Investasi Efektif untuk Investor Jangka Panjang

Key Takeaways: Di tengah maraknya tren yang menunjukkan gaya hidup mewah di media sosial, banyak investor dengan kemampuan finansial yang baik justru memilih untuk tidak menampilkan kekayaan secara berlebihan. Tren tersebut dikenal sebagai silent wealth, yaitu konsep yang memandang pertumbuhan aset dan kesehatan finansial tidak diukur dari barang yang dimiliki atau ditunjukkan, melainkan dari aset […]

author
Content Management
calendar
11 Agustus 2026
Artikel

Apakah Insider Ownership Tinggi Menjamin Saham Stabil? Ini Cara Menyusun Strategi Investasinya

Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]

author
Content Management
calendar
10 Agustus 2026
Artikel

Menggali Potensi Saham Prajogo Pangestu dan Cara Menilai Risikonya

Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]

author
Content Management
calendar
06 Agustus 2026
Artikel

Cara Menggunakan Excess Returns Model (ERM) untuk Menilai Kinerja Saham 

Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]

author
Content Management
calendar
05 Agustus 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0