Ilustrasi Saham (Sumber: Pixabay)
Di dalam hidup sering kali kamu diperhadapkan dengan berbagai pilihan, salah satunya pilihan antara investasi Saham atau Reksa Dana. Ya kata orang sih sebaiknya punya dua-duanya karena kalau mau cari yang rendah risiko maka ada pilihan di Reksa Dana yang jenisnya Pasar Uang.
Baru-baru ini, Jumat 8 April 2022, Indeks Harga Saham Gabungan yang dikenal dengan singkatan IHSG telah mencetak rekor barunya lagi di angka 7210.835, naik 83.468 poin (+1.17%) dari hari sebelumnya di 7127.367.
Kenaikan ini ditopang sebagian besar dari saham-saham yang masuk dalam indeks LQ45 yang juga ikut mengalami kenaikan sebesar +1.15% pada hari ini. Adapun investasi asing mencatatkan Net Buy dengan nominal yang fantastis dalam beberapa periode terakhir yaitu +1.41 Triliun (Hari ini), +4.19 Triliun (seminggu terakhir), +20.04 Triliun (sebulan terakhir) dan +37.69 Triliun (3 bulan terakhir).
Nah akhir-akhir ini pasti kamu sering dengar istilah Saham dan Reksa Dana, apa sih bedanya?
Saham dan Reksa Dana adalah dua instrumen investasi yang berbeda walaupun Reksa Dana ada juga yang jenisnya adalah Saham.
Saham adalah bukti kepemilikan sah terhadap suatu perusahaan, jadi kalau kamu membeli saham berarti kamu menjadi salah satu pemilik dari perusahaan tersebut.
Reksa Dana adalah wadah investasi yang dikelola oleh Manajer Investasi ke berbagai instrumen investasi seperti Deposito, Obligasi dan juga Saham. Misalnya Reksa Dana Saham, isinya tidak hanya 1 atau 2 Saham namun terdapat beberapa Saham dengan tujuan untuk mendiversifikasi risiko penurunan harga dari salah satu Saham.
Reksa Dana terdiri dari beberapa jenis yaitu :
– Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)
– Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT)
– Reksa Dana Campuran (RDC)
– Reksa Dana Saham (RDS)
Perbedaan Saham & Reksa Dana:

Nah dari sini kamu sudah dapat melihat perbedaan dari kedua instrumen investasi ini, bagusan investasi di instrumen apa?
Setelah mengetahui perbedaannya, kamu dapat lihat bahwa jenis ragam pilihan di Reksa Dana lebih banyak dari pada Saham. Nah dari sini kamu dapat menyesuaikan dengan profil kamu, apakah kamu tipikal yang suka investasi dengan risiko penurunan harga yang kecil atau kamu justru suka mengambil tantangan dengan berinvestasi di instrumen yang berisiko tinggi?
Apabila kamu suka yang risikonya rendah, maka kamu dapat memilih Reksa Dana Pasar Uang yang mana juga banyak pilihannya seperti:
1. Sucorinvest Money Market Fund
2. Capital Money Market Fund
3. Syailendra Dana Kas
4. Trim Kas 2
5. Danareksa Seruni Pasar Uang III
6. Dll…
Apabila kamu suka yang risiko tinggi, maka Saham bisa jadi pilihannya namun kamu perlu menguasai beberapa teori seperti Fundamental dan Teknikal agar kamu tidak asal beli Saham yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kamu juga dapat memilih Reksa Dana Saham yang dimana pengelolaannya dilakukan oleh Manajer Investasi seperti:
1. Trim Kapital Plus
2. Eastspring Investments Alpha Navigator Kelas A
3. Sucorinvest Equity Fund
4. Avrist Indeks LQ45
5. Syailendra MSCI Indonesia Value Index Kelas A
6. Dll…
Dimana kamu bisa investasi Reksa Dana dengan Aman dan Legal? Tentunya di Makmur karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Temukan juga berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan hanya melalui Makmur. Banyak juga promo-promonya lho.
Link : Promo-Promo Makmur
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Android : Play Store
IOS : App Store
Website : Makmur.id
Baca juga : Istilah-Istilah Dalam Reksa Dana Yang Perlu Kamu Ketahui !
Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]
Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]
Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]
Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]
RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]