Ilustrasi Jalan Tol (Sumber: Pexels – Luigi Alvares)
Jalan tol dikenal sebagai jalan bebas hambatan karena infrastruktur nya memang diperuntukkan agar kendaraan dapat melaju dengan kecepatan yang tinggi. Namun seperti yang kita ketahui menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak perantau yang mudik alias pulang ke kampung halaman menggunakan jalan tol.
Walau dikatakan sebagai jalan bebas hambatan namun tetap saja bisa terkena kemacetan yang parah apabila jumlah pengguna jalan tol sangat banyak di waktu yang bersamaan sehingga untuk mencapai destinasi tujuanmu bisa saja tersendat, begitu pula halnya dengan investasi Reksa Dana.
Pada umumnya Reksa Dana dibagi menjadi 4 jenis yaitu:
1. Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)
2. Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT)
3. Reksa Dana Campuran (RDC)
4. Reksa Dana Saham (RDS)
Seperti yang kita ketahui RDS selalu dikatakan Reksa Dana yang dapat memberikan hasil investasi tertinggi dibanding Reksa Dana jenis lainnya. Namun kalau kamu ingin mencapai tujuanmu dengan waktu yang sangat singkat, bisa saja RDPU atau RDPT memberikan hasil yang lebih baik dibanding RDS.
Sama halnya dengan jalan tol, tidak selamanya untuk mencapai tujuanmu kamu harus menggunakan jalan tol, karena jalan biasapun bisa kamu gunakan untuk mencapai tujuan mu khususnya dalam jarak yang dekat.
Contoh pemilihan jenis Reksa Dana sesuai dengan tujuan investasi mu:
Dalam kehidupan tidak seorang pun tahu hari esoknya akan seperti apa, maka dari itu selalu persiapkan Dana Darurat untuk mencegah timbulnya biaya-biaya tak terduga. Karena sifatnya darurat yang bisa digunakan kapanpun, maka kamu dapat memilih jenis Reksa Dana Pasar Uang (Risiko: Rendah) untuk kebutuhan Dana Daruratmu.
Berdasarkan data pada aplikasi Makmur (28/4) kinerja Reksa Dana Syailendra Sharia Money Market Fund dan Sucorinvest Money Market Fund masing-masing mengalami kenaikan sebesar +4.28% dan +5.07% dalam 1 tahun terakhir.
Dengan hasil investasi yang stabil, tentunya kamu yang memiliki profil risiko yang rendah akan merasa nyaman berinvestasi di jenis Reksa Dana ini.
Untuk persiapan nikah tentu membutuhkan waktu dari pacaran, tunangan kemudian masuk ke jenjang pernikahan. Misalkan waktu yang dibutuhkan yaitu 1 hingga 3 tahun, maka kamu dapat memilih Reksa Dana Pendapatan Tetap (Risiko: Menengah – Rendah).
Berdasarkan data pada aplikasi Makmur (28/4) kinerja Reksa Dana Simas Syariah Pendapatan Tetap dan Sucorinvest Stable Fund masing-masing mengalami kenaikan sebesar +5.17% dan +7.75% dalam 1 tahun terakhir.
Walaupun kinerjanya memiliki risiko penurunan, namun untuk jangka waktu 1 hingga 3 tahun bisa memberikan hasil yang lebih baik.
Bagi kamu yang menerapkan Keluarga Berencana (KB) dan rencana ingin punya anak dalam beberapa tahun mendatang, misalnya 3 – 5 tahun depan, maka kamu dapat memilih jenis Reksa Dana Campuran (Risiko : Menengah – Tinggi).
Berdasarkan data pada aplikasi Makmur (28/4) kinerja Reksa Dana TRIM Syariah Berimbang dan Trimegah Balanced Absolute Strategy masing-masing mengalami kenaikan sebesar +25.44% dan +84.57% dalam 3 tahun terakhir.
Karena portofolio Reksa Dana Campuran cenderung berisikan instrumen Saham, maka investasi dengan jangka waktu 3 hingga 5 tahun bisa memberikan hasil yang sangat memuaskan.
Ketika sudah memasuki usia pensiun, kebutuhan hidup seperti biaya sandang dan pangan akan tetap berjalan seperti biasa, namun darimana sumber uang tersebut? Uang tersebut bisa dipersiapkan dari saat ini melalui investasi di Reksa Dana berbasis Saham. Untuk jangka waktu lebih dari 5 tahun, Reksa Dana Saham cenderung memberikan hasil investasi yang lebih optimal dibanding jangka waktu yang lebih singkat.
Berdasarkan data pada aplikasi Makmur (28/4), Reksa Dana Sucorinvest Sharia Equity Fund dan Sucorinvest Maxi Fund memberikan hasil investasi sebesar +73.16% dan +57.07% dalam 5 tahun terakhir.
Seperti halnya jalan tol, dari data-data diatas kamu dapat melihat kalau tidak selamanya Reksa Dana Saham memiliki kinerja yang lebih baik dari Reksa Dana jenis lainnya. Perlu juga diingat walaupun Reksa Dana memberikan historikal kinerja yang baik namun hal itu tidak menjamin kinerja masa depannya.
Yuk mulailah berinvestasi Reksa Dana di aplikasi yang Aman & Legal seperti Makmur, karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain kamu dapat berinvestasi Reksa Dana, kamu juga bisa mendapatkan berbagai bonus investasi melalui promo-promo menarik dari Makmur. Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan.
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Baca juga : Tips Mengatasi Rasa Malas Berinvestasi Reksa Dana!
Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]
Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]
Key Takeaways: Di tengah maraknya tren yang menunjukkan gaya hidup mewah di media sosial, banyak investor dengan kemampuan finansial yang baik justru memilih untuk tidak menampilkan kekayaan secara berlebihan. Tren tersebut dikenal sebagai silent wealth, yaitu konsep yang memandang pertumbuhan aset dan kesehatan finansial tidak diukur dari barang yang dimiliki atau ditunjukkan, melainkan dari aset […]
Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]
Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]
Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]