Akhir-akhir ini, pasar modal kita gampang naik gampang turun. Bukan cuma pasar saham, tapi pasar obligasi khususnya milik pemerintah kok sempat terkoreksi dalam? Duh gimana portofolio saya yah, baiknya diapakan disituasi seperti ini?
Yuk kita dengarkan Market Update dan diskusi Makmur bersama Capital Asset Management mengenai topik ini melalui program Belajar Bersama Makmur (BBM) melalui Instagram @makmurapp:
Kolaborasi : Makmur x Capital Asset Management
Hari/Tanggal : Kamis, 9 Juni 2022
Jam : 16.00 WIB – Selesai
Media : Instagram Live (@makmurapp)
Dapatkan juga berbagai Merchandise menarik dari Capital Asset Management!
Speaker:
Wisnu Karto CFA, CMT
Head of Investment
Capital Asset Management
Jangan sampai ketinggalan karena selain kamu bisa mendapatkan market update dan juga wawasan pasar modal, kalian juga bisa mendapatkan 10 Merchandise menarik untuk 5 orang penanya terbaik dan 5 orang dengan postingan IG Story terbaik mengenai event ini, jangan lupa tag instagram @makmurapp dan @reksadanacapital agar kamu terverifikasi. Save the date yah Sobat Makmur!
Yuk mulailah berinvestasi Reksa Dana di aplikasi yang Aman & Legal seperti Makmur, karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain kamu dapat berinvestasi Reksa Dana, kamu juga bisa mendapatkan berbagai bonus investasi melalui promo-promo menarik dari Makmur. Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan.
Link: Promo-Promo Makmur
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Android: Play Store
IOS: App Store
Website: Makmur.id
Baca juga: Tahukah Kamu Apa Saja Faktor Penentu Pergerakan NAB Reksa Dana? Yuk Simak Artikel Berikut!
Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]
Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]
RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik sepanjang Juli 2026 bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi. Pada awal bulan, IHSG masih diproyeksikan mencatatkan kinerja positif, didukung pemulihan laba sektor perbankan pada Semester I 2026 serta komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3%. Di sisi lain, masuknya pasar modal Indonesia ke dalam watchlist S&P Global dinilai belum memberikan dampak […]