Ilustrasi Perusahaan IPO – GoTo / Gojek Tokopedia
Mungkin sebagian besar dari kalian sudah pernah mendengar instrumen investasi bernama Saham. Saham merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan, jadi apabila kamu membeli Saham maka kamu turut serta dalam memiliki perusahaan tersebut.
Setiap perusahaan memiliki Saham namun tidak semua perusahaan menjual Sahamnya ke publik / masyarakat, alias perusahaan tertutup. Berbeda dengan perusahaan terbuka (Tbk.) yang Sahamnya kamu bisa perjualbelikan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Perusahaan tertutup bisa menawarkan Sahamnya ke Publik (listing di BEI) wajib melalui suatu mekanisme yang sering kita dengar dengan singkatan IPO (Initial Public Offering). Singkatnya perusahaan tertutup tersebut bekerjasama / menggunakan jasa perusahaan Sekuritas sebagai penjamin emisi efek (Underwriter).
Tugas underwriter inilah yang akan mengatur “alias membuka pintu” ke investor agar dapat memiliki atau memperjualbelikan saham perusahaan tersebut di BEI. Apabila saham dari suatu perusahaan yang menggunakan jasa underwriter tersebut tidak terjual sepenuhnya, maka underwriter wajib untuk membeli semua saham perusahaan tersebut.
Mekanisme IPO yaitu :
1. Penawaran Awal (Bookbuilding) : pada tahap ini investor bisa memesan / mendaftar untuk ikut serta dalam pembelian saham perusahaan yang akan listing di BEI. Ditahap ini harga sahamnya masih dalam rentang (misal: 120 – 150) alias belum ditentukan.
2. Penawaran Umum : harga saham telah final dan masih dapat ditawarkan kembali ke investor (apabila belum laku).
3. Penjatahan Efek : ditahap ini underwriter akan membagi jatah saham kepada setiap investor, entah masing-masing dapat 100 lembar saham (1 lot) atau berapapun itu.
4. Terdaftar (Listing) : pada tahap ini perusahaan tersebut telah resmi terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan para investor sudah dapat memperjualbelikan saham perusahaan ini di jam perdagangan Saham.
Mungkin tidak sedikit dari kalian yang pernah terjebak di saham IPO dimana kalian membeli harga perusahaan yang baru listing di Bursa di harga misalkan 1000 dan saat ini harganya hanya tersisa separuhnya. Gimana sih cara mengetahui perusahaan yang baik?
Untuk kaum spekulan terkadang mengabaikan tips ini, namun tidak ada salah nya untuk mempelajari laporan keuangan perusahaan tersebut sebelum memutuskan untuk ikut serta dalam IPO.
Dalam proses IPO, underwriter tentu akan menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan investor salah satunya yaitu laporan keuangan perusahaan tersebut selama beberapa tahun terakhir. Dari laporan keuangan tersebut kamu dapat melihat beberapa hal seperti :
• Pertumbuhan laba perusahaan pertahunnya berapa
• Tingkat utang / liabilitas perusahaan berapa besar
• Modal perusahaan seberapa besar (Book Value nya)
Dengan melihat tingkat presentase tersebut maka kamu dapat memperkirakan ini perusahaan merugi atau perusahaan yang menguntungkan.

Ilustrasi Tujuan / Visi Misi (Sumber : Pixabay)
Setiap perusahaan yang menjual Sahamnya ke investor tentunya sedang membutuhkan suntikan dana segar yang dapat digunakan lebih lanjut oleh perusahaan tersebut. Hal ini penting kalian ketahui karena tidak semua perusahaan yang melakukan IPO itu adalah perusahaan sehat.
Pada umumnya tujuan perusahaan dalam membuka pendanaan antara lain:
• Memperkuat Modal Perusahaan
• Pembayaran Utang
• Ekspansi Perusahaan (Contoh: Buka Pabrik Baru, dll..)
• Program kesejahteraan karyawan / pekerja seniornya
Dengan mengetahui tujuan dari perusahaan melakukan IPO, kamu akan mengetahui arah dan prospek perusahaan dimasa depan akan mengarah kemana. Kamu pun bisa mendapatkan informasi terkait perusahaan tersebut melalui underwriter atau langsung dari perusahaan yang akan IPO.
Pada umumnya, perusahaan yang baik akan memegang kendali perusahaannya dengan memiliki total kepemilikan saham lebih dari 50%. Apabila suatu perusahaan IPO dengan melepas lebih dari 50% sahamnya ke Investor, maka perusahaan tersebut biasanya kurang sehat alias Investor bisa mengubah atau mengatur visi misi perusahaan / menentukan “arah kapal berlayar”.
Contoh :
Play Store
IOS : App Store
Website : Makmur.id
Baca juga : Yuk Pelajari Macam-Macam Instrumen Investasi Agar Kamu Tidak Salah Pilih !
Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]
Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]
RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik sepanjang Juli 2026 bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi. Pada awal bulan, IHSG masih diproyeksikan mencatatkan kinerja positif, didukung pemulihan laba sektor perbankan pada Semester I 2026 serta komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3%. Di sisi lain, masuknya pasar modal Indonesia ke dalam watchlist S&P Global dinilai belum memberikan dampak […]