Ilustrasi Gambar, Perusahaan Listrik Negara (PLN)
Kebutuhan-kebutuhan penunjang kehidupan seperti gas, listrik dan bahan bakar minyak (BBM) tidak terlepas dalam kehidupan kita sehari-hari. Untuk memasak tentu kita memerlukan gas atau listrik setidaknya. Untuk mendapatkan listrik bisa dari penyedianya seperti Perusahaan Listrik Negara (PLN) atau bisa menggunakan genset yang juga menggunakan BBM. Kehidupan saat ini sudah tidak bisa terlepas dari kebutuhan 3 elemen utama tersebut.
Karena sudah menjadi kebutuhan utama, tentu kita sudah bergantung penuh dari elemen-elemen tersebut. Apa yang terjadi kalau harga dari ketiga elemen tersebut dinaikkan? Bisa panjang dampaknya bukan? Seperti contohnya harga ongkir bisa jadi melonjak karena BBM naik, harga makanan online juga bisa melonjak karena harga gas, listrik & minyak goreng pun naik.
Belum lagi bicara mengenai PPN naik jadi 11% dimana harga-harga seperti pulsa, paket internet, furnitur, peralatan masak, barang-barang elektronik seperti HP, TV dan lainnya pada naik semua, jadi pusing bukan? Dampaknya tidak lain adalah inflasi massal akan terjadi di negara kita dan yang disayangkan adalah inflasi yang akan terjadi bukan karena meningkatnya daya beli masyarakat namun karena harga kebutuhan pokok yang dinaikkan.
Mungkin sudah sering kamu mendengar bahwa inflasi itu selalu terjadi setiap tahunnya, ada inflasi yang tergolong rendah dan juga ada yang tergolong ekstrim. Namun sayangnya sebagian dari kamu bersikap masa bodoh dan gak mau peduli kalau inflasi itu benar-benar selalu terjadi setiap tahunnya.

Ilustrasi masa bodoh (Sumber: Pixabay)
Karena inflasi ini sudah akan terjadi dalam waktu dekat maka yang penting untuk kamu persiapkan untuk mengatasi inflasi-inflasi yang akan datang yaitu dengan cara berinvestasi. Berinvestasi itu banyak namun yang disarankan disini yaitu di Reksa Dana, karena banyak jenisnya yang bisa kamu sesuaikan dengan profil risiko & tujuan investasimu.
Bayangkan saja, 20 tahun lalu, mungkin sebagian dari kamu masih belum lahir, dengan uang Rp 100.000 disaat itu bisa belanja barang-barang kebutuhan bulanan sebanyak satu troli. Di tahun 2022 ini, dengan uang yang sama Rp 100.000, bahkan kebutuhan gizi untuk 3 hari pun tidak cukup. Itulah yang namanya inflasi dimana nilai uang kamu berkurang tahun demi tahun.
Kalau dilihat dari 3 tahun belakangan, rata-rata inflasi di Indonesia berkisar 2-3%, namun di tahun 2022 ini diperkirakan akan melebihi rata-rata tersebut. Satu-satunya cara untuk mengatasi inflasi tersebut ya mau gak mau kamu harus investasi di tempat yang tentunya Aman dan Legal.
Di Reksa Dana kamu masih bisa menemukan instrumen investasi yang memberikan hasil investasi yang bisa mengalahkan tingkat inflasi tersebut. Contohnya:
Link : Promo – Promo Makmur
Dan juga yang tidak kalah pentingnya untuk kamu ketahui yaitu Makmur (PT Inovasi Finansial Teknologi) merupakan perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang Aman & Legal karena sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Baca juga : Kebiasaan Bermain Game Online Yang Bisa Kamu Terapkan Dalam Kehidupan Finansialmu!
Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]
Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]
RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik sepanjang Juli 2026 bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi. Pada awal bulan, IHSG masih diproyeksikan mencatatkan kinerja positif, didukung pemulihan laba sektor perbankan pada Semester I 2026 serta komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3%. Di sisi lain, masuknya pasar modal Indonesia ke dalam watchlist S&P Global dinilai belum memberikan dampak […]