Salah satu cara untuk meningkatkan penghasilan yang dimiliki saat ini adalah dengan mencari penghasilan tambahan diluar dari pekerjaan utama. Salah satu caranya yaitu dengan berinvestasi karena dapat memberikan tambahan keuntungan.
Investasi Reksa Dana menjadi salah satu alternatif investasi yang bisa kamu pilih. Kenapa? karena investasi Reksa Dana lebih mudah dan anti ribet. Banyak jenis Reksa Dana yang bisa kamu pilih sesuai dengan tujuan dan profil risiko mu.
Baca Juga: 4 Cara Tetap Hemat Saat Menikmati Long Weekend
Beberapa alasan mencari penghasilan tambahan dari investasi sangat direkomendasikan:
Pertama, kamu tidak perlu repot untuk bekerja 24 jam dalam sehari. Dengan investasi uangmu akan bekerja untukmu walaupun kamu sedang makan atau tidur, sehingga kamu akan mendapatkan penghasilan tambahan diluar pekerjaan utama mu.
Kedua, dengan investasi kamu dapat mengalahkan inflasi. Inflasi menjadi salah satu faktor kenaikan harga barang-barang kebutuhan yang mengalami kenaikan kedepannya. Selain dapat penghasilan tambahan kamu juga dapat menjaga nilai uang agar tidak berkuang nilainya setiap tahun.
Ketiga, investasi akan membuatmu memiliki mindset untuk merubah kebiasaan konsumtif untuk menjadi lebih produktif. Daripada cuma dihabiskan dengan hal-hal boros mending uangnya untuk dikembangkan menjadi lebih besar dikemudian hari.
Keuntungan investasi Reksa Dana sangat beragam. Dikarenakan setiap produk investasi Reksa Dana memiliki tingkat risiko yang berbeda. Semakin besar resikonya akan diikuti dengan potensi keuntungan yang jauh lebih besar.
Reksa Dana Pendapatan Tetap yang rata-rata produknya memiliki keuntungan 6-8% setiap tahunnya atau Reksa Dana Campuran yang rata-rata bisa menghasilkan belasan persen atau bahkan puluhan persen.
Misal, kamu memilih Reksadana Pendapatan Tetap dengan keuntungan 6% selama setahun. Kamu berinvestasi dengan modal awal sebesar Rp 10 Juta maka dalam setahun kedepan maka modal mu akan bertambah menjadi Rp 10.600.000.
Walau perlu diingat Reksa Dana tidak selalu memberikan keuntungan yang tetap setiap tahunnya bisa lebih rendah atau lebih tinggi. Tergantung bagaimana Manajer Investasi mengelola Reksa Dana tersebut.
Demikian contoh mendapatkan penghasilan tambahan dari investasi Reksa Dana. Semoga bisa menjadi gambaran buat kamu memulai investasi
***
Yuk mulai investasi Reksa Dana di Makmur, karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain kamu dapat berinvestasi Reksa Dana, kamu juga bisa mendapatkan berbagai bonus investasi melalui promo-promo menarik dari Makmur. Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan.
Link: Promo-Promo Makmur
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Website: Makmur.id
Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]
Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]
Key Takeaways: Di tengah maraknya tren yang menunjukkan gaya hidup mewah di media sosial, banyak investor dengan kemampuan finansial yang baik justru memilih untuk tidak menampilkan kekayaan secara berlebihan. Tren tersebut dikenal sebagai silent wealth, yaitu konsep yang memandang pertumbuhan aset dan kesehatan finansial tidak diukur dari barang yang dimiliki atau ditunjukkan, melainkan dari aset […]
Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]
Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]
Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]