makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

CASA Ratio Merupakan Indikator Efisiensi Pendanaan, Ini Cara Membacanya untuk Menganalisis Saham Bank

author
Content Management
author
29 September 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • CASA ratio mengukur efisiensi bank dalam mengelola pendanaan dengan dana murah, yang dapat memengaruhi biaya pendanaan dan profitabilitas. 
  • Investor perlu memperhatikan tren CASA ratio dan membandingkannya antar bank untuk menilai efisiensi pendanaan dan daya saing bank.
  • Reksa dana saham memberikan kemudahan bagi investor untuk mendapatkan eksposur ke sektor perbankan.

Ketika Anda ingin membeli saham sektor perbankan, salah satu indikator yang perlu dianalisis untuk mengukur efisiensi pendanaan bank adalah Current Account and Savings Account Ratio (CASA ratio). Rasio ini mencerminkan proporsi dana yang dimiliki oleh bank dalam bentuk giro dan tabungan (yang memiliki bunga rendah dibandingkan deposito) dibandingkan dengan total simpanan yang ada di bank tersebut. 

CASA ratio digunakan untuk menilai seberapa efisien bank dalam mengelola biaya pendanaan dan seberapa baik bank dalam mengoptimalkan sumber daya yang ada. CASA ratio dihitung dengan rumus berikut:

CASA Ratio = (Giro + Tabungan) ÷ Total Simpanan × 100

Contoh, jika sebuah bank memiliki total simpanan sebesar Rp1 triliun dan dana yang dihimpun dari giro dan tabungan adalah Rp600 miliar, maka CASA Ratio-nya adalah:

  • CASA Ratio = (Rp600 miliar ÷ Rp1 triliun) × 100 = 60%

Bank dengan CASA ratio yang tinggi mengindikasikan bahwa sebagian besar dana berasal dari sumber pendanaan berbiaya relatif rendah, sehingga berpotensi menurunkan biaya pendanaan bank secara keseluruhan.

Mengapa CASA Ratio Diperlukan untuk Analisis Saham Perbankan?

CASA ratio dianggap sebagai indikator efisiensi pendanaan di sektor perbankan karena memberikan gambaran bagaimana bank dapat mengelola pendanaan dengan biaya relatif rendah. Semakin tinggi nilai CASA ratio, semakin besar proporsi dana yang berasal dari sumber pendanaan berbiaya relatif rendah. Mengapa ini penting? Berikut adalah alasan yang perlu diketahui:

1. Mengurangi biaya pendanaan

Dana yang berasal dari giro dan tabungan umumnya memiliki biaya dana yang lebih rendah dibandingkan deposito. Ketika sebuah bank memiliki proporsi CASA ratio yang tinggi, biaya dana yang dikeluarkan cenderung lebih rendah dibandingkan dengan bank yang lebih mengandalkan deposito, yang memiliki biaya yang lebih tinggi.

Di bawah ini merupakan bunga produk tabungan, giro, dan deposito rupiah Bank Mandiri per 10 Februari 2026.

Tabel 1. Perbandingan bunga tabungan, giro, dan deposito

*tenor deposito semakin panjang, bunganya semakin tinggi

Sumber: bankmandiri.co.id

Dilihat dari tabel, bunga maksimal untuk tabungan hanya 0,40% dan giro 1,00%. Bunga deposito 1 bulan sebesar 2,25% lebih tinggi dibandingkan bunga tabungan dan giro pada seluruh tier yang tercantum dalam tabel. 

Pada tier saldo di bawah Rp50 juta, bunga tabungan tercatat 0,00%. Bagi bank, dana dengan bunga 0% tersebut dapat membantu menekan biaya dana. Semakin banyak nasabah yang menggunakan rekening tabungan untuk transaksi sehari-hari, semakin kecil rata-rata biaya dana (cost of fund) yang ditanggung bank.

2. Meningkatkan pendapatan bunga bersih

Dengan biaya pendanaan yang lebih rendah, bank berpotensi memiliki net interest income (NII) dan net interest margin (NIM) yang lebih tinggi, dengan asumsi faktor lainnya tetap. Bank bisa memberikan pinjaman kepada nasabah dengan tingkat bunga yang kompetitif dan masih mendapatkan keuntungan lebih besar karena biaya dana yang rendah.

Sebagai contoh, asumsikan terdapat Bank A dan Bank B yang sama-sama menyalurkan kredit sebesar Rp100 triliun dengan bunga pinjaman rata-rata 10%. Namun, keduanya memiliki struktur pendanaan yang berbeda.

Tabel 2. Simulasi perbandingan NII Bank A dan Bank B

Meskipun kedua bank memiliki penyaluran kredit yang sama besar, Bank B menghasilkan NII Rp1,5 triliun lebih tinggi dibandingkan Bank A. Dalam simulasi ini, perbedaan tersebut berasal dari asumsi cost of fund rata-rata yang lebih rendah pada Bank B, sejalan dengan proporsi CASA yang lebih tinggi.

CASA ratio yang tinggi menunjukkan proporsi dana berbiaya relatif murah yang lebih besar, sehingga dapat membantu menekan biaya pendanaan bank

Langkah dalam Menganalisis CASA Ratio

Ketika menganalisis saham bank, penting untuk memeriksa CASA ratio, karena rasio ini memberikan wawasan tentang seberapa efisien bank dalam mengelola biaya pendanaan. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh investor saat melihat CASA ratio:

1. Perhatikan tren CASA ratio

Investor perlu memantau tren CASA ratio dari waktu ke waktu. Peningkatan rasio ini menandakan bahwa bank berhasil mengumpulkan dana murah secara lebih efisien, yang berpotensi mendukung profitabilitas bank. Dengan CASA ratio yang tinggi, bank cenderung memiliki biaya pendanaan yang lebih rendah, sehingga dapat mengoptimalkan laba. Oleh karena itu, investor sebaiknya memeriksa laporan laba rugi bank untuk mengevaluasi apakah terdapat hubungan antara CASA ratio yang tinggi dan kinerja laba yang baik.

2. Bandingkan dengan bank sejenis

Bank dengan CASA ratio yang tinggi memiliki proporsi dana berbiaya relatif rendah yang lebih besar dalam struktur pendanaannya. Bagi investor, penting untuk mengevaluasi sejauh mana bank tersebut dapat mengendalikan biaya pendanaannya, sambil mempertahankan CASA ratio yang stabil. Perbandingan CASA ratio antar bank dengan model bisnis yang serupa sangat penting. Bank dengan CASA ratio yang lebih tinggi cenderung memiliki keunggulan dari sisi biaya pendanaan, tetapi investor tetap perlu mempertimbangkan indikator lain untuk menilai kinerja dan daya saing bank.

3. Perhatikan porsi tabungan dan giro

Selain melihat angka CASA ratio secara keseluruhan, investor juga perlu memperhatikan porsi giro dan tabungan. Bank dengan CASA ratio tinggi umumnya memiliki proporsi giro dan/atau tabungan yang lebih besar dalam struktur dana pihak ketiganya.

Meskipun CASA ratio yang tinggi dapat menjadi salah satu indikator efisiensi pendanaan, investor juga perlu mempertimbangkan faktor lain, seperti Non-Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Net Interest Margin (NIM). 

LDR mengukur perbandingan antara kredit yang disalurkan bank dengan dana pihak ketiga yang dihimpun. LDR yang tinggi dapat menunjukkan bahwa bank lebih agresif dalam memberikan pinjaman. 

Di sisi lain, NIM mengukur kemampuan bank dalam menghasilkan pendapatan bunga bersih relatif terhadap aset produktif. NIM mencerminkan efektivitas bank dalam menghasilkan pendapatan dari aset produktif yang dimilikinya.

Apabila Anda tidak memiliki waktu dan pengalaman untuk menganalisis laporan keuangan secara mendalam, reksa dana saham dapat menjadi alternatif bagi Anda yang ingin memperoleh eksposur ke sektor perbankan.

Melalui reksa dana saham, proses pemilihan dan pengelolaan saham dilakukan oleh manajer investasi (MI) profesional yang mempertimbangkan berbagai aspek kinerja bank, mulai dari efisiensi pendanaan, kualitas aset, hingga prospek pertumbuhan jangka panjang. 

Sebagai platform investasi, Makmur menyediakan berbagai pilihan reksa dana saham seperti Sucorinvest Equity Fund Kelas A yang memiliki eksposur besar terhadap saham emiten sektor perbankan seperti BBCA, BBNI, dan BBRI.

Tentang Makmur

PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.

Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya, baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Makmur Anchor dan Road to Makmur.

Link: Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE) 
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Mengapa Rupiah Melemah hingga Rp18.000/USD? Ini Penyebabnya dan Jenis Reksa Dana yang Relatif Stabil di Tengah Tekanan Pasar

Key Takeaways: Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menjadi sorotan setelah bertahan di sekitar level psikologis Rp18.000/USD sepanjang Juli 2026. Tekanan ini merupakan kelanjutan dari tren pelemahan yang memuncak pada 8 Juni 2026, ketika JISDOR BI mencapai rekor terlemah Rp18.171/USD. Sementara kurs spot kemudian menyentuh sekitar Rp18.209/USD pada 9 Juni 2026. Nilai tukar […]

author
Content Management
calendar
01 Oktober 2026
Artikel

Reksa Dana Pasar Uang Terbaik Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir per September 2026

Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]

author
Content Management
calendar
30 September 2026
Artikel

Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir per September 2026

Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp219,06 triliun per Agustus 2026. Naik 0,94% dibandingkan Juli 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. RDPT mengalokasikan minimal […]

author
Content Management
calendar
30 September 2026
Artikel

Reksa Dana Campuran Terbaik Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir per September 2026

Reksa Dana Campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]

author
Content Management
calendar
30 September 2026
Artikel

Reksa Dana Saham Terbaik Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir per September 2026

Sepanjang September 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam tren melemah. Setelah sempat menguat ke level 6.686,44 pada 8 September 2026, IHSG berbalik turun dan ditutup di level 6.071,14 pada 30 September 2026, atau melemah 6,96% dibandingkan posisi akhir Agustus 2026 di level 6.525,48. Tekanan ini salah satunya datang dari aksi jual investor asing, […]

author
Content Management
calendar
30 September 2026
Artikel

Reksa Dana USD Terbaik Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir per September 2026

Reksa dana USD merupakan instrumen investasi yang didenominasikan dalam dolar Amerika Serikat (USD) dan tersedia dalam berbagai kategori, mulai dari reksa dana saham, campuran, pendapatan tetap, hingga pasar uang. Reksa dana ini dapat menjadi pilihan bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi mata uang sekaligus menjaga nilai portofolio di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah.  Sepanjang September […]

author
Content Management
calendar
30 September 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0