Ilustrasi Celengan Tabungan (Sumber: Pixabay)
Dalam dunia keuangan, ada beberapa hal yang akan menjadi pertimbangan utama kita-kita para nasabah, selain dari keamanan, tentu bunga tabungan atau hasil investasi menjadi hal kedua yang menjadi prioritas utama kita. Lantas, mana yang lebih baik diantara keduanya?
Tabungan merupakan salah satu produk utama perbankan yang bisa dikatakan instrumen yang paling aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp 2 Miliar per nasabah per bank. Namun tidak semua dijamin oleh LPS karena tidak semua memenuhi syarat 3T LPS yaitu:
1. Tercatat dalam pembukuan bank.
2. Tingkat bunga simpanan yang diterima nasabah tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS.
3. Tidak melakukan tindakan yang merugikan bank, misalnya memiliki kredit macet.
Pada umumnya kita-kita sebagai nasabah bisa saja memenuhi syarat nomor 1 dan 3, namun untuk syarat nomor 2 kadang tidak terpenuhi sehingga penjaminannya pun tidak ada. Suku bunga Penjaminan mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia yang saat ini diangka 3.50%, hal ini berarti setiap bank yang menawarkan bunga tabungan atau bahkan Deposito diatas 3.50% tidak akan mendapatkan jaminan oleh LPS.
Keunggulan:
1. Bisa digunakan kapan saja
2. Bisa tarik tunai
3. Dijamin oleh LPS dengan syarat 3T
Kelemahan:
1. Bunga tabungan cenderung kurang kompetitif
2. Ada pajak bunga tabungan sebesar 20% yang harus dibayarkan ketika pelaporan Pajak Tahunan (Contoh Bunga 7%, nilai Nett nya adalah 5.6%)
Reksa Dana merupakan salah satu instrumen investasi yang sangat cocok untuk pemula, karena selain ragam nya yang banyak, investasi Reksa Dana bisa disesuaikan dengan tujuan finansial mu seperti untuk Dana Darurat, Biaya Nikah, Biaya Pendidikan Anak atau bahkan bisa juga untuk persiapan Dana Pensiunmu.
Besaran kinerja Reksa Dana bervariasi tergantung tingkat risiko yang dipilih oleh nasabah contohnya seperti:
1. Reksa Dana Pasar Uang (Risiko: Rendah)
2. Reksa Dana Pendapatan Tetap (Risiko: Menengah-Rendah)
3. Reksa Dana Campuran (Risiko: Menengah-Tinggi)
4. Reksa Dana Saham (Risiko: Tinggi)
Yang dimaksud dengan risiko disini yaitu risiko penurunan nilai investasi alias bisa minus. Bagi kalian yang tidak suka risiko tinggi, bisa coba Reksa Dana Pasar Uang atau Reksa Dana Pendapatan Tetap yang memiliki kinerja yang cukup kompetitif seperti contoh dalam 1 tahun terakhir per tanggal 9 Mei 2022: Reksa Dana Danamas Rupiah Plus memberikan hasil investasi sebesar +4.22% dan Reksa Dana Sucorinvest Stable Fund sebesar +7.67%.
Bagi kalian yang suka tantangan alias yang lebih berisiko, bisa coba Reksa Dana Campuran seperti Trimegah Balanced Absolute Strategy yang memberikan hasil investasi +79.94% dalam 3 tahun terakhir atau Reksa Dana Saham Sucorinvest Sharia Equity Fund dengan hasil investasi +80.80% dalam 5 tahun terakhir.
Reksa Dana termasuk instrumen investasi yang aman, karena portofolio investasi semuanya disimpan dan di administrasikan oleh Bank Kustodian seperti Bank BCA, Bank CIMB Niaga, Bank BRI dan lain sebagainya.
Keunggulan:
1. Hasil investasi kompetitif
2. Hasil investasi Bukan Obyek Pajak (Sudah Nett)
3. Bisa dicairkan kapan saja
4. Bisa investasi mulai dari Rp 10 Ribu
5. Aset investasi Aman karena disimpan di Bank Kustodian
Kelemahan:
1. Reksa Dana tidak dapat digunakan untuk pembayaran langsung seperti pembayaran tagihan listrik dan lain sebagainya.
2. Dana pencairan Reksa Dana masuk ke Rekening paling cepat 1 hari bursa dan paling lambat 7 hari bursa sejak instruksi pencairan dilakukan.
Jadi karena masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan, maka kalian dapat menyesuaikan dengan kebutuhan kalian. Apabila kalian ingin berinvestasi maka Reksa Dana adalah pilihan yang paling tepat.
Yuk mulailah berinvestasi Reksa Dana di aplikasi yang Aman & Legal seperti Makmur, karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain kamu dapat berinvestasi Reksa Dana, kamu juga bisa mendapatkan berbagai bonus investasi melalui promo-promo menarik dari Makmur. Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan.
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Baca juga : Ilustrasi Jalan Tol Dalam Dunia Investasi Reksa Dana
Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]
Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]
RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik sepanjang Juli 2026 bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi. Pada awal bulan, IHSG masih diproyeksikan mencatatkan kinerja positif, didukung pemulihan laba sektor perbankan pada Semester I 2026 serta komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3%. Di sisi lain, masuknya pasar modal Indonesia ke dalam watchlist S&P Global dinilai belum memberikan dampak […]