makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Apa Sih Pengaruh Hubungan Positif/Negatif Antara Negara Maju dengan Kinerja Pasar Modal Indonesia?

author
Tim Makmur
author
24 Februari 2022
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Berbicara mengenai makroekonomi itu cakupannya sangat luas, namun definisi Ilmu Ekonomi Makro itu adalah ilmu yang mempelajari fenomena ekonomi secara agregat atau keseluruhan. Penjelasan makroekonomi mencakup perubahan ekonomi yang mempengaruhi seluruh rumah tangga, perusahaan dan pasar secara bersamaan (Mankiw, 2009).

Pada umumnya indikator makroekonomi terdiri dari :

1. Produk Domestik Bruto (PDB)

Indikator ini merupakan ukuran utama dalam perekonomian. PDB didefinisikan sebagai nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam periode tertentu baik warga negara asing maupun lokal termasuk di dalamnya aset asing.

PDB pada dasarnya merupakan jumlai nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi.

Metode perhitungan PDB pada umumnya terbagi menjadi 3 yaitu metode produksi, metode pengeluaran dan metode pendapatan.

a. Metode Produksi

PDB dihitung dengan menggunakan seluruh nilai tambah bruto dari 9 sektor lapangan usaha :

– Pertanian

– Pertambangan dan penggalian

– Industri pengolahan / manufaktur

– Listrik, gas dan air bersih

– Bangunan

– Perdagangan, restoran dan hotel

– Pengangkutan dan komunikasi

– Lembaga keuangan, persewaan dan jasa perusahaan

– Jasa-jasa lainnya

b. Metode Pengeluaran

PDB dihitung dengan menjumlahkan komponen-komponen pengeluaran yaitu :

– Pengeluaran konsumsi rumah tangga & pemerintah

– Investasi swasta dan investasi pemerintah

– Ekspor barang dan jasa

– Impor barang dan jasa

c. Metode Pendapatan

PDB dihitung dengan menjumlahkan seluruh balas jasa dari faktor produksi yaitu upah (wage), sewa (rent), bunga (interest), laba (profit), dikurangi pajak tak langsung.

 

Semakin besar nilai PDB suatu negara, maka semakin baik pula dampaknya pada pertumbuhan ekonomi di negara tersebut yang juga tentunya meningkatkan minta investasi di pasar modal negara tersebut.

Gambar Siklus bisnis dari waktu ke waktu

2. Inflasi

Inflasi adalah proses kenaikan harga-harga umum secara terus menerus. Kebalikan inflasi adalah deflasi. Akibat inflasi secara umum adalah menurunnya daya beli masyarakat karena secara riil pendapatannya turun. Misalkan inflasi sebesar 4% sementara pendapatan masyarakat tetap, hal ini berarti menurunkan daya beli secara rata-rata sebesar 4%.

Penyebab inflasi dibagi menjadi 2 macam:

a. Demand Pull Inflation, yaitu inflasi yang timbul karena permintaan keseluruhan yang tinggi sementara dari sisi pemasok sudah maksimal. 

b. Cost Push Inflation, yaitu inflasi yang disebabkan turunnya produksi karena naiknya biaya produksi. Akibat adanya kenaikan biaya produksi maka dapat menyebabkan kenaikan harga produk.

Negara yang mengalami inflasi merupakan salah satu indikator yang menandakan adanya pertumbuhan ekonomi di negara tersebut karena minat untuk berbelanja sudah mulai meningkat, namun inflasi yang terkendali adalah yang terbaik untuk menjaga tingkat perekonomian suatu negara tetap stabil sehingga minat investasi di pasar modal negara tersebut meningkat.

3. Pengangguran (Unemployment)

Pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya.

Jenis-jenis pengangguran dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu :

a. Pengangguran terselubung yang berarti tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.

b. Setengah Menganggur berarti tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu.

c. Pengangguran Terbuka adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan.

Hubungan antara pengangguran dan inflasi digambarkan dengan kurva Phillips 

Play Store 

IOS: App Store 

Website: Makmur.id 

Baca juga: Penting untuk kamu ketahui! Ada 3 Metode Pembagian Dividen dalam Reksa Dana, Apa Saja? 

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Strategi Emiten Telekomunikasi, Cara Telkom (TLKM) dalam Menjaga Stabilitas ARPU Melalui Integrasi IndiHome dan Telkomsel

Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]

author
Content Management
calendar
13 Agustus 2026
Artikel

Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal BI, Penguatan Rupiah di Depan Mata?

Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]

author
Content Management
calendar
12 Agustus 2026
Artikel

Fenomena Silent Wealth dan Mengapa Strategi Mengelola Exposure Instrumen Investasi Efektif untuk Investor Jangka Panjang

Key Takeaways: Di tengah maraknya tren yang menunjukkan gaya hidup mewah di media sosial, banyak investor dengan kemampuan finansial yang baik justru memilih untuk tidak menampilkan kekayaan secara berlebihan. Tren tersebut dikenal sebagai silent wealth, yaitu konsep yang memandang pertumbuhan aset dan kesehatan finansial tidak diukur dari barang yang dimiliki atau ditunjukkan, melainkan dari aset […]

author
Content Management
calendar
11 Agustus 2026
Artikel

Apakah Insider Ownership Tinggi Menjamin Saham Stabil? Ini Cara Menyusun Strategi Investasinya

Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]

author
Content Management
calendar
10 Agustus 2026
Artikel

Menggali Potensi Saham Prajogo Pangestu dan Cara Menilai Risikonya

Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]

author
Content Management
calendar
06 Agustus 2026
Artikel

Cara Menggunakan Excess Returns Model (ERM) untuk Menilai Kinerja Saham 

Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]

author
Content Management
calendar
05 Agustus 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0