Berbicara mengenai makroekonomi itu cakupannya sangat luas, namun definisi Ilmu Ekonomi Makro itu adalah ilmu yang mempelajari fenomena ekonomi secara agregat atau keseluruhan. Penjelasan makroekonomi mencakup perubahan ekonomi yang mempengaruhi seluruh rumah tangga, perusahaan dan pasar secara bersamaan (Mankiw, 2009).
Pada umumnya indikator makroekonomi terdiri dari :
Indikator ini merupakan ukuran utama dalam perekonomian. PDB didefinisikan sebagai nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam periode tertentu baik warga negara asing maupun lokal termasuk di dalamnya aset asing.
PDB pada dasarnya merupakan jumlai nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi.
Metode perhitungan PDB pada umumnya terbagi menjadi 3 yaitu metode produksi, metode pengeluaran dan metode pendapatan.
a. Metode Produksi
PDB dihitung dengan menggunakan seluruh nilai tambah bruto dari 9 sektor lapangan usaha :
– Pertanian
– Pertambangan dan penggalian
– Industri pengolahan / manufaktur
– Listrik, gas dan air bersih
– Bangunan
– Perdagangan, restoran dan hotel
– Pengangkutan dan komunikasi
– Lembaga keuangan, persewaan dan jasa perusahaan
– Jasa-jasa lainnya
b. Metode Pengeluaran
PDB dihitung dengan menjumlahkan komponen-komponen pengeluaran yaitu :
– Pengeluaran konsumsi rumah tangga & pemerintah
– Investasi swasta dan investasi pemerintah
– Ekspor barang dan jasa
– Impor barang dan jasa
c. Metode Pendapatan
PDB dihitung dengan menjumlahkan seluruh balas jasa dari faktor produksi yaitu upah (wage), sewa (rent), bunga (interest), laba (profit), dikurangi pajak tak langsung.
Semakin besar nilai PDB suatu negara, maka semakin baik pula dampaknya pada pertumbuhan ekonomi di negara tersebut yang juga tentunya meningkatkan minta investasi di pasar modal negara tersebut.

Gambar Siklus bisnis dari waktu ke waktu
Inflasi adalah proses kenaikan harga-harga umum secara terus menerus. Kebalikan inflasi adalah deflasi. Akibat inflasi secara umum adalah menurunnya daya beli masyarakat karena secara riil pendapatannya turun. Misalkan inflasi sebesar 4% sementara pendapatan masyarakat tetap, hal ini berarti menurunkan daya beli secara rata-rata sebesar 4%.
Penyebab inflasi dibagi menjadi 2 macam:
a. Demand Pull Inflation, yaitu inflasi yang timbul karena permintaan keseluruhan yang tinggi sementara dari sisi pemasok sudah maksimal.
b. Cost Push Inflation, yaitu inflasi yang disebabkan turunnya produksi karena naiknya biaya produksi. Akibat adanya kenaikan biaya produksi maka dapat menyebabkan kenaikan harga produk.
Negara yang mengalami inflasi merupakan salah satu indikator yang menandakan adanya pertumbuhan ekonomi di negara tersebut karena minat untuk berbelanja sudah mulai meningkat, namun inflasi yang terkendali adalah yang terbaik untuk menjaga tingkat perekonomian suatu negara tetap stabil sehingga minat investasi di pasar modal negara tersebut meningkat.
Pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya.
Jenis-jenis pengangguran dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
a. Pengangguran terselubung yang berarti tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
b. Setengah Menganggur berarti tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu.
c. Pengangguran Terbuka adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan.
Hubungan antara pengangguran dan inflasi digambarkan dengan kurva Phillips
Play Store
IOS: App Store
Website: Makmur.id
Baca juga: Penting untuk kamu ketahui! Ada 3 Metode Pembagian Dividen dalam Reksa Dana, Apa Saja?
Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]
Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]
RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik sepanjang Juli 2026 bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi. Pada awal bulan, IHSG masih diproyeksikan mencatatkan kinerja positif, didukung pemulihan laba sektor perbankan pada Semester I 2026 serta komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3%. Di sisi lain, masuknya pasar modal Indonesia ke dalam watchlist S&P Global dinilai belum memberikan dampak […]