Ilustrasi Reksa Dana Campuran (Sumber: silviarita from Pixabay)
Berbicara mengenai jenis-jenis Reksa Dana, kerap kali Reksa Dana Campuran hanyalah menjadi opsi terakhir kalau dibandingkan jenis lainnya. Sebagian orang juga berpandangan bahwa Reksa Dana Campuran memiliki kinerja yang nanggung dibanding jenis lainnya dan berisiko tinggi, namun benarkah demikian?
Sebelumnya harus kita ketahui bahwa memang Reksa Dana Campuran merupakan jenis Reksa Dana yang memiliki tingkat risiko yang Menengah-Tinggi karena didalamnya memiliki instrumen investasi berupa Saham, namun ada juga instrumen Pasar Uang dan Pendapatan tetap seperti Deposito dan Surat Utang (Obligasi) sebagai penyeimbang portofolio.
Strategi Reksa Dana Campuran yang optimal yaitu dapat mengalihkan bobot portofolio nya dari instrumen Saham ke Pasar Uang atau Surat Utang apabila terdapat sentimen negatif di Pasar Saham, begitu pula sebaliknya.
Dari sekian banyaknya Reksa Dana Campuran (RDC) yang dipasarkan di Indonesia, Team Makmur telah menganalisa dan memilih RDC yang memiliki strategi pengelolaan terbaik. Berikut 3 Reksa Dana Campuran terbaik dalam kategori Kinerjanya:
Trimegah Balanced Absolute Strategy atau yang biasa disingkat dengan BASTRA ini pertama kali dipasarkan pada tanggal 25 April 2019. Walau terbilang masih muda dibanding RDC lainnya, namun BASTRA ini memiliki kinerja yang terbilang luar biasa. Yuk kita lihat kinerja 1 dan 3 tahunnya.

Selain mengetahui kinerja suatu Reksa Dana, kita juga perlu untuk mengetahui Top Holding alias Top 10 isi dari Reksa Dana tersebut. Per akhir bulan April 2022, BASTRA berisikan:
Sucorinvest Anak Pintar ini pertama kali dipasarkan pada 23 Februari 2017. Dalam hal ini, RDC ini telah memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun per tahun 2022 ini. Untuk kinerja jangka panjang nya juga masuk dalam golongan yang luar biasa. Yuk kita lihat kinerja 1 hingga 5 tahunnya.
Promo-Promo Makmur
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Baca juga: Bunga Tabungan vs Kinerja Reksa Dana, Mana Yang Lebih Baik?
Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]
Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]
Key Takeaways: Di tengah maraknya tren yang menunjukkan gaya hidup mewah di media sosial, banyak investor dengan kemampuan finansial yang baik justru memilih untuk tidak menampilkan kekayaan secara berlebihan. Tren tersebut dikenal sebagai silent wealth, yaitu konsep yang memandang pertumbuhan aset dan kesehatan finansial tidak diukur dari barang yang dimiliki atau ditunjukkan, melainkan dari aset […]
Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]
Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]
Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]