Setiap tahun, setiap karyawan pasti menanti-nanti momen Tunjangan Hari Raya atau THR yang akan diberikan oleh perusahaan tempat mereka bekerja. THR biasanya diberikan menjelang hari raya seperti Idul Fitri atau Natal sebagai bentuk apresiasi atas kinerja yang telah dilakukan selama satu tahun penuh.
THR ini biasanya digunakan untuk membeli kebutuhan selama hari raya atau sebagai tabungan. Namun, bagaimana jika setelah membeli kebutuhan selama hari raya dan menabung, masih ada sisa uang THR yang tersisa? Apa yang sebaiknya dilakukan dengan sisa uang THR tersebut?
Baca Juga: 5 Tips Mengelola Uang THR Anti Boros
Berikut adalah beberapa ide bagaimana sisa uang THR bisa dimanfaatkan dengan baik
Sisa uang THR bisa dimanfaatkan untuk melakukan investasi. Investasi bisa dilakukan dalam berbagai bentuk seperti saham, reksadana, atau deposito. Tentu saja, investasi memiliki risiko dan keuntungan tersendiri, jadi pastikan untuk mempelajari lebih dalam sebelum memutuskan untuk melakukan investasi.
Dana darurat sangat penting untuk dimiliki setiap orang. Sisa uang THR bisa dimanfaatkan untuk menambah dana darurat. Dana darurat bisa digunakan untuk berbagai keperluan seperti kebutuhan darurat medis atau kebutuhan mendadak lainnya. Menambah dana darurat akan memberikan rasa aman dan tenang dalam menghadapi situasi tak terduga.
Sisa uang THR bisa dimanfaatkan untuk membayar cicilan atau hutang yang masih belum terbayar. Dengan membayar cicilan atau hutang, akan mengurangi beban pikiran dan memberikan rasa lega.
Sisa uang THR juga bisa dimanfaatkan untuk membantu orang yang membutuhkan. Donasi bisa diberikan dalam bentuk uang atau barang. Ada banyak organisasi yang dapat menjadi tempat untuk melakukan donasi seperti rumah sakit, yayasan sosial, dan sebagainya.
Sisa uang THR bisa dimanfaatkan untuk menambah dana pendidikan, baik itu untuk diri sendiri atau anak-anak. Pendidikan adalah investasi yang sangat penting untuk masa depan, dan menambah dana pendidikan bisa membantu mengurangi beban biaya pendidikan yang harus dibayar di masa depan.
Sisa uang THR bisa dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan berkualitas, seperti pakaian atau perlengkapan rumah tangga. Dengan membeli kebutuhan yang berkualitas, akan lebih tahan lama dan dapat digunakan untuk jangka waktu yang lebih lama.
Sisa uang THR bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan skill atau hobi yang dimiliki. Misalnya, mengikuti kursus atau seminar untuk meningkatkan skill, atau membeli alat musik atau kamera untuk mendukung hobi fotografi atau musik.
Jadi tentukan pilihanmu untuk mengelola dengan bijak sisa uang THR yang ada saat ini. Selamat mencoba!
Baca Juga: Perbedaan Reksadana Syariah dan Reksadana Konvensional yang Wajib Kamu Pahami
***
Yuk mulailah berinvestasi di aplikasi yang Aman & Legal seperti Makmur, karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain kamu dapat berinvestasi Reksa Dana, kamu juga bisa mendapatkan berbagai bonus investasi melalui promo-promo menarik dari Makmur. Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan.
Link: Promo-Promo Makmur
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Website: Makmur.id
Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]
Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]
Key Takeaways: Di tengah maraknya tren yang menunjukkan gaya hidup mewah di media sosial, banyak investor dengan kemampuan finansial yang baik justru memilih untuk tidak menampilkan kekayaan secara berlebihan. Tren tersebut dikenal sebagai silent wealth, yaitu konsep yang memandang pertumbuhan aset dan kesehatan finansial tidak diukur dari barang yang dimiliki atau ditunjukkan, melainkan dari aset […]
Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]
Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]
Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]