Sebagai umat muslim, memilih investasi syariah menjadi prioritas utama agar hidup semakin mendapatkan berkah. Saat ini telah terdapat beragam investasi syariah yang bisa kamu pilih. Salah satunya adalah reksadana syariah.
Investasi reksadana syariah adalah investasi yang dilakukan dengan prinsip syariah yang sesuai dengan ajaran Islam. Berbeda dengan reksadana konvensional, reksadana syariah hanya berinvestasi pada surat berharga yang tidak terkait seperti larangan riba, judi, alkohol, dan pornografi.
Baca Juga: Reksadana Syariah: Investasi Berlandaskan Prinsip Syariah
Berikut adalah langkah-langkah untuk memulai investasi reksadana syariah:
Sebelum memulai investasi reksadana syariah, lakukan riset terlebih dahulu mengenai jenis-jenis reksadana syariah yang tersedia. Pelajari juga tentang kinerja dan risiko yang terkait dengan masing-masing jenis reksadana.
Dengan belajar memahami produk investasi terlebih dahulu maka kamu akan lebih memahami bagaimana investasi bekerja. Kamu dapat mengakses beragam edukasi mengenai reksadana syariah seperti youtube, instagram, website dan lainnya.
Hanya bermodalkan internet kamu bisa melakukan riset dengan lebih maksimal.
Tentukan tujuan investasimu dahulu, apakah untuk jangka pendek, menengah, atau panjang. Hal ini akan membantu kamu dalam memilih jenis reksadana yang tepat untuk dicerminkan dalam portofolio investasi.
Pilih Manajer Investasi yang memiliki produk reksadana syariah yang terpercaya dan memiliki track record yang baik. Pastikan bahwa perusahaan tersebut mempunyai izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Setelah memilih Manajer Investasi, kamu harus membuka rekening investasi untuk mulai investasi reksadana syariah. Kamu bisa menggunakan aplikasi Makmur untuk memudahkanmu dalam berinvestasi dengan download melalui playstore ataupun appstore
Proses pendaftaran akun juga cepat dan 100% online sehingga akan memudahkanmu untuk mulai investasi.
Pilih jenis reksadana syariah yang sesuai dengan tujuan investasi. Ada beberapa jenis reksadana syariah seperti reksadana pasar uang syariah, reksadana saham syariah, reksadana pendapatan tetap syariah, dan reksadana campuran syariah. Semua jenis itu lengkap ada di aplikasi Makmur.
Setelah memilih jenis reksadana syariah yang tepat, kamu dapat melakukan investasi dengan membeli produk dalam bentuk unit penyertaan reksadana syariah. Biasanya, Manajer Investasi akan memberikan minimum pembelian unit penyertaan di setiap masing-masing produknya.
Pastikan kamu membeli dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
Pantau kinerja investasi kamu secara teratur, minimal setiap bulan atau setiap kuartal. Hal ini akan membantu kamu untuk mengambil keputusan apakah harus mempertahankan atau menjual unit penyertaan reksadana.
Demikianlah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memulai investasi reksadana syariah. Ingat, pastikan untuk melakukan riset terlebih dahulu dan memilih perusahaan reksadana yang terpercaya sebelum melakukan investasi.
Baca Juga: 5 Investasi Syariah yang Halal dan Menguntungkan untuk Investor Pemula
***
Yuk mulailah berinvestasi di aplikasi yang Aman & Legal seperti Makmur, karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain kamu dapat berinvestasi Reksa Dana, kamu juga bisa mendapatkan berbagai bonus investasi melalui promo-promo menarik dari Makmur. Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan.
Link: Promo-Promo Makmur
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Website: Makmur.id
Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]
Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]
Key Takeaways: Di tengah maraknya tren yang menunjukkan gaya hidup mewah di media sosial, banyak investor dengan kemampuan finansial yang baik justru memilih untuk tidak menampilkan kekayaan secara berlebihan. Tren tersebut dikenal sebagai silent wealth, yaitu konsep yang memandang pertumbuhan aset dan kesehatan finansial tidak diukur dari barang yang dimiliki atau ditunjukkan, melainkan dari aset […]
Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]
Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]
Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]