Mengelola dana pendidikan anak dengan investasi Reksa Dana dapat menjadi pilihan yang baik untuk meningkatkan kualitas hidup anak di masa depan. Dana pendidikan wajib dikelola jauh-jauh hari karena terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.
Apalagi biaya sekolah saat ini tidaklah murah. Selain biaya sekolah bulanan masih terdapat pengeluaran seperti uang buku, uang seragam, dan kebutuhan lainnya. Sehingga dengan merencanakan dana pendidikan anak dengan investasi Reksa Dana menjadi pilihan tepat.
Apa saja tips mengelola dana pendidikan anak dengan investasi Reksa Dana?
Baca Juga: Berapa Jumlah Investor Reksa Dana di Indonesia Tahun 2022?
Lima tips yang bisa kamu lakukan untuk mengelola dana pendidikan anak:
Sebelum melakukan investasi reksa dana, pastikan untuk menentukan tujuan keuangan yang ingin dicapai, seperti biaya kuliah anak atau biaya pendidikan lainnya.
Lakukan riset terlebih dahulu berapa besar dana pendidikan anak yang harus kamu kumpulkan. Jangan lupa masukkan asumsi inflasi dana pendidikan anak setiap tahunnya.
Buat proyeksi kebutuhan dana pendidikan anak yang disesuaikan dengan jarak umur anak hingga target sekolah atau kuliah anak misal 5 tahun atau 10 tahun lagi.
Setelah menentukan tujuan dan berapa besar biaya yang akan dibutuhkan kamu bisa memilih jenis Reksa Dana.
Ada berbagai jenis Reksa Dana yang tersedia, seperti Reksa Dana Saham, Reksa Dana Pendapatan Tetap, dan Reksa Dana Campuran. Pilih jenis reksa dana yang sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risiko yang diinginkan.
Diversifikasi adalah cara untuk mengurangi risiko dengan membeli berbagai jenis saham atau obligasi. Diversifikasi dapat dilakukan dengan membeli beberapa jenis Reksa Dana yang berbeda.
Misal Reksa Dana Saham dan Reksa Dana Pendapatan Tetap. Ini berguna untuk meminimalisir penurunan nilai investasi jika hanya berfokus pada satu jenis Reksa Dana saja.
Investasikan dana secara berkala, misalnya setiap bulan atau setiap tahun. Hal ini akan membantu mengatur cash flow dan meminimalisir risiko.
Dengan mengatur jadwal pembelian yang pasti akan membantumu untuk tetap fokus dan konsisten dalam mewujudkan dana pendidikan anak yang sesuai dengan target investasimu.
Review investasi secara berkala dan pastikan untuk menyesuaikan dengan perkembangan tujuan keuangan dan perubahan kondisi pasar.
Perlu diingat bahwa investasi Reksa Dana memiliki risiko dan tidak dapat dijamin akan menghasilkan keuntungan. Pilih sesuai dengan profil risiko yang kamu miliki. Jika belum paham memilih Reksa Dana kamu bisa menggunakan fitur Robo yang ada di aplikasi Makmur.
Baca Juga: 4 Cara Mengatur Uang Angpao Biar Gak Boros dan Cepat Habis
***
Yuk mulailah berinvestasi di aplikasi yang Aman & Legal seperti Makmur, karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain kamu dapat berinvestasi Reksa Dana, kamu juga bisa mendapatkan berbagai bonus investasi melalui promo-promo menarik dari Makmur. Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan.
Link: Promo-Promo Makmur
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Website: Makmur.id
Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]
Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]
Key Takeaways: Di tengah maraknya tren yang menunjukkan gaya hidup mewah di media sosial, banyak investor dengan kemampuan finansial yang baik justru memilih untuk tidak menampilkan kekayaan secara berlebihan. Tren tersebut dikenal sebagai silent wealth, yaitu konsep yang memandang pertumbuhan aset dan kesehatan finansial tidak diukur dari barang yang dimiliki atau ditunjukkan, melainkan dari aset […]
Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]
Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]
Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]