Investasi merupakan salah satu cara yang banyak diambil orang untuk mengembangkan kekayaan mereka. Dalam dunia investasi, ada berbagai jenis instrumen yang tersedia, salah satunya adalah saham. Namun, ada juga bentuk investasi yang lebih spesifik, yaitu Reksa Dana saham.
Meskipun keduanya berkaitan dengan saham, terdapat perbedaan signifikan antara investasi Reksa Dana saham dan investasi saham langsung. Dalam artikel ini, akan dijelaskan lima perbedaan utama antara kedua bentuk investasi ini.
Baca Juga: Buat Kamu Para Investor Pemula, Simak Beberapa Hal Tentang Reksa Dana Disini

Berikut beberapa perbedaan antara Reksa Dana Saham dan Saham yang wajib kamu ketahui:
Reksa Dana Saham dikelola oleh profesional Manajer Investasi. Berbeda dengan investasi saham yang harus dilakukan dengan sendiri.
Dari segi pengelolaan, Reksa Dana Saham jauh lebih mudah dan cocok untuk investor pemula yang mulai belajar investasi. Sedangkan investasi saham kamu harus belajar analisis investasi untuk menentukan saham mana yang ingin kamu beli dan jual.
Investasi saham seringkali memerlukan jumlah minimum investasi yang lebih tinggi daripada investasi Reksa Dana saham.
Walaupun saat ini investasi saham dengan modal kecil dapat dilakukan namun untuk membeli saham yang kinerjanya bagus butuh modal yang lebih besar.
Hal ini membuat investasi saham langsung mungkin lebih cocok untuk investor dengan modal yang lebih besar, sementara Reksa Dana saham dapat menjadi pilihan yang lebih terjangkau untuk investor dengan modal yang lebih kecil.
Reksa Dana saham juga memberikan kesempatan kepada investor untuk melakukan pembelian periodik dengan jumlah yang lebih kecil melalui program investasi secara berkala. Reksa Dana saham juga cocok untuk investasi jangka panjang sesuai tujuan keuanganmu.
Dari segi potensi hasil investasi, saham jauh lebih unggul daripada Reksa Dana saham. Banyak saham-saham yang ada di Bursa Efek Indonesia memiliki kinerja yang bagus. Diikuti juga dengan tingkat risiko yang tinggi pula.
Berbeda dengan Reksa Dana saham yang cenderung lebih rendah karena Manajer Investasi juga berfokus untuk menurunkan tingkat risiko sehingga investor yang memilih Reksa Dana saham lebih merasa aman.
Tingkat risiko investasi dapat berbeda dari satu instrumen investasi dengan lainnya. Investasi saham memiliki potensi keuntungan yang lebih tinggi, tetapi juga memiliki risiko yang lebih tinggi. Kinerja saham dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi pasar, kinerja perusahaan, dan faktor ekonomi global.
Sementara itu, Reksa Dana saham memiliki risiko yang lebih terdiversifikasi karena portofolio mereka biasanya mencakup saham dari berbagai sektor dan perusahaan. Keputusan investasi yang diambil oleh manajer investasi dapat mengurangi risiko terkait dengan investasi saham langsung. Apalagi Reksa Dana Saham dikelola oleh profesional dibidang investasi sehingga akan membantumu dalam mengelola risiko investasi.
Untuk membeli saham kamu hanya bisa lakukan hanya pada jam bursa dari pukul 09.00 hingga 16.15 WIB. Sehingga transaksi saham lebih terbatas pada waktu-waktu tertentu sesuai dengan aturan yang berlaku.
Berbeda dengan Reksa Dana saham yang lebih fleksibel. Kamu bisa membelinya kapanpun dengan catatan transaksi akan diproses pada jam bursa keesokan harinya. Cocok buat kamu yang anti ribet dan praktis dalam urusan investasi.
Jadi, apa pilihanmu buat investasi? Reksa Dana Saham atau Saham?
***
Yuk mulai investasi Reksa Dana di Makmur, karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain kamu dapat berinvestasi Reksa Dana, kamu juga bisa mendapatkan berbagai bonus investasi melalui promo-promo menarik dari Makmur. Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan.
Link: Promo-Promo Makmur
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Website: Makmur.id
Key Takeaways: Bagi investor saham, terdapat berbagai cara untuk memperoleh keuntungan, di antaranya melalui pembagian dividen dan saham bonus. Keduanya sama-sama memberikan manfaat kepada pemegang saham, tetapi mekanisme dan dampaknya terhadap investasi sangat berbeda. Lalu, mana yang lebih memperbesar portofolio investor, saham bonus atau dividen? Untuk menjawabnya, penting memahami terlebih dahulu cara kerja masing-masing aksi […]
Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]
Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]
Key Takeaways: Di tengah maraknya tren yang menunjukkan gaya hidup mewah di media sosial, banyak investor dengan kemampuan finansial yang baik justru memilih untuk tidak menampilkan kekayaan secara berlebihan. Tren tersebut dikenal sebagai silent wealth, yaitu konsep yang memandang pertumbuhan aset dan kesehatan finansial tidak diukur dari barang yang dimiliki atau ditunjukkan, melainkan dari aset […]
Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]
Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]