makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

5 Kebiasaan yang Paling Merusak Finansial Millenial dan Gen Z

author
Content Management
author
11 Maret 2024
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Memiliki karier yang cemerlang di usia muda menjadi suatu hal yang amat menyenangkan. Dimana pengeluaran seseorang masih tergolong lebih kecil dibandingkan saat usianya tua dan berkeluarga, sementara penghasilan yang diperoleh setiap bulan sudah mencapai dua digit.

Meski menyenangkan, seseorang tetap tidak boleh gegabah dalam menggunakan uang. Sebab, ini dapat berpotensi merusak kondisi finansial, lho!

Sebisa mungkin jauhilah beberapa kebiasaan berikut, karena katanya tidak baik untuk kesehatan finansialmu. Apa saja?

Kebiasaan yang Paling Merusak Finansial Millenial

1. Belanja Tanpa Perencanaan

Salah satu godaan mata ini biasanya sangat sulit dijaga saat sedang jalan-jalan, terutama ke mall. Akibat lirik sana dan sini, keinginan belanja pun otomatis timbul yang akhirnya membuatmu langsung membeli suatu barang saat menyukainya.

Sebenarnya tidak salah karena barang tersebut digunakan olehmu. Yang menjadi permasalahan adalah kalau ini terjadi secara terus-menerus. 

Tentunya berpotensi membuat finansialmu tidak stabil.

Sebelum kamu memijakkan kaki di tempat lain, ada baiknya rencanakan apa yang hendak dilakukan di sana. 

Berjanjilah pada diri sendiri agar kamu tidak membeli apapun kalau memang tujuannya dari awal cuma sekedar melihat-lihat. Dengan demikian, uangmu tidak habis untuk membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu perlu.

2. Tidak Menyusun Budget

Beberapa dari kamu mungkin sudah berencana membeli suatu barang saat jalan-jalan ke mall. Pertanyaannya adalah apakah kamu sudah menyiapkan budget untuk membelinya? Nyatanya belum yang membuatmu menghabiskan lebih banyak uang dibandingkan yang seharusnya.

Tidak hanya saat berbelanja barang, menyusun budget juga penting dilakukan saat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Misalnya, membeli makanan, bayar listrik, internet, hingga biaya perawatan.

Budget ini penting sebagai pedoman dalam membelanjakan uang. Ketika budget sudah menipis, itu artinya kamu harus mengontrol nafsu berbelanja agar uangnya cukup sampai batas waktu yang ditentukan. Alhasil, kamu tidak perlu memakai uang tabunganmu agar bisa bertahan sampai gajian tiba.

3. Stres yang Berlebihan

Ketahuilah kalau stres membuat finansialmu kacau balau, lho! Stres membuatmu belanja secara irrasional, tanpa pertimbangan karena tujuan berbelanjanya berbeda. Dari yang seharusnya memenuhi kebutuhan malah untuk menyenangkan diri sendiri.

Itu sebabnya mengontrol stres itu sangat diperlukan. Cari tahu hal-hal apa saja yang membuat pikiranmu lebih rileks, jadi tidak perlu menghabiskan uang cuma untuk mencari kesenangan sesaat.

Dengan mengontrol stres pula, kamu dapat terhindar dari berbagai penyakit yang mengganggu kesehatan. Jadi, produktivitas kerja tidak berkurang karenanya.

4. Hidup Berdasarkan Trend

Hidup mengikuti trend sekilas terlihat menyenangkan karena kesannya kamu tidak ketinggalan dibandingkan teman-teman seusiamu. Namun, kamu harus sadar kalau taruhannya adalah uang. 

Kamu tidak bisa pergi ke kafe bagus, misalnya, kalau tidak punya uang. Jangankan makan, untuk minum kopi saja kamu harus merogoh kantong paling sedikit Rp50 ribu. Belum ditambah bensin, tol, dan parkir.

Ingatlah kalau kamu tidak perlu mengikuti trend untuk tampil kekinian. Fokus saja pada apa yang membuatmu nyaman. Toh, orang lain juga tidak akan mengatakanmu ketinggalan zaman.

5. Sulit Menolak Ajakan Seseorang

Menolak ajakan seseorang menjadi hal tersulit bagi orang-orang yang berusaha menyenangkan hati orang lain. Apakah kamu termasuk salah satunya? 

Padahal, menolak itu sama sekali tidak ada salahnya asalkan ada alasan yang jelas dan masuk akal.

Sebab, terlalu sering menerima ajak seseorang justru membuat pengeluaranmu membengkak. Budget yang kamu siapkan dari awal tentunya tidak cukup.

Jadi, belajarlah untuk menolak. Sampaikan tolakan tersebut dengan cara yang bersahabat agar tidak menyakiti hati orang lain, jadi kamu pun tidak perlu merasa bersalah karena sudah menolak ajakannya.

Mulai ubah hidupmu dari kebiasaan-kebiasaan yang merusak finansialmu. Yuk, atur keuangan dengan mencoba berinvestasi reksadana menggunakan aplikasi Makmur sekarang!


Editor: Endang Cahyani (bersertifikasi WAPERD, WMI dan CFP)
Penulis: Diestra Perdana

Yuk mulailah berinvestasi di aplikasi yang Aman & Legal seperti Makmur, karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain kamu dapat berinvestasi Reksa Dana, kamu juga bisa mendapatkan berbagai bonus investasi melalui promo-promo menarik dari Makmur. Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan.

Link: Promo-Promo Makmur

Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download Makmur

Website: Makmur.id

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Strategi Emiten Telekomunikasi, Cara Telkom (TLKM) dalam Menjaga Stabilitas ARPU Melalui Integrasi IndiHome dan Telkomsel

Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]

author
Content Management
calendar
13 Agustus 2026
Artikel

Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal BI, Penguatan Rupiah di Depan Mata?

Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]

author
Content Management
calendar
12 Agustus 2026
Artikel

Fenomena Silent Wealth dan Mengapa Strategi Mengelola Exposure Instrumen Investasi Efektif untuk Investor Jangka Panjang

Key Takeaways: Di tengah maraknya tren yang menunjukkan gaya hidup mewah di media sosial, banyak investor dengan kemampuan finansial yang baik justru memilih untuk tidak menampilkan kekayaan secara berlebihan. Tren tersebut dikenal sebagai silent wealth, yaitu konsep yang memandang pertumbuhan aset dan kesehatan finansial tidak diukur dari barang yang dimiliki atau ditunjukkan, melainkan dari aset […]

author
Content Management
calendar
11 Agustus 2026
Artikel

Apakah Insider Ownership Tinggi Menjamin Saham Stabil? Ini Cara Menyusun Strategi Investasinya

Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]

author
Content Management
calendar
10 Agustus 2026
Artikel

Menggali Potensi Saham Prajogo Pangestu dan Cara Menilai Risikonya

Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]

author
Content Management
calendar
06 Agustus 2026
Artikel

Cara Menggunakan Excess Returns Model (ERM) untuk Menilai Kinerja Saham 

Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]

author
Content Management
calendar
05 Agustus 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0