Tahun 2022 tinggal hitungan hari. Biasanya menjelang akhir tahun salah satu momen yang ditunggu adalah pembagian bonus akhir tahun untuk para pekerja di perusahaan.
Bonus akhir tahun ini menjadi salah satu bonus yang dinantikan setiap tahunnya. Karena sifatnya hanya setahun sekali maka bonus akhir tahun sering membuat banyak orang untuk menghamburkannya.
Padahal, jika dapat mengelola bonus akhir tahun dengan bijak maka dapat membantu kondisi finansialmu. Lalu bagaimana cara mengelola bonus akhir tahun?
Baca Juga: Cara Membuat Resolusi Finansial di Akhir Tahun
Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk mengelola bonus akhir tahun agar dapat dimanfaatkan dengan bijak daripada digunakan buat foya-foya.
Jika kamu masih memiliki utang yang belum lunas, ini lah saat yang tepat kamu gunakan bonus akhir tahun untuk melunasinya. Mungkin terasa berat, namun lebih baik kamu memiliki utang yang sedikit.
Utang yang banyak akan mengganggu arus kas perencanaan keuangan bulananmu. Fokus kurangi utang perbanyak aset investasi yang harus kamu kumpulkan.
Berapa dana darurat yang sudah kamu miliki sekarang?
1 kali pengeluaran? 5 kali pengeluaran? Berapapun dana darurat yang kamu miliki, gunakan bonus akhir tahun untuk memperbanyak dana darurat. Secara teori kamu bisa menggunakan tolak ukur dana darurat untuk yang masih single 6 kali pengeluaran bulanan dan menikah 12 kali pengeluaran bulanan.
Gak ada salahnya kamu harus siapkan tabungan masa depan seperti dana pendidikan atau dana pensiun mulai saat ini.
Daripada bonus akhir tahun yang kamu dapatkan untuk pengeluaran yang gak perlu, membuat tabungan masa depan jauh lebih baik. Kamu wajib ingat bahwa banyak pengeluaran-pengeluaran di masa depan yang harus kamu hadapi dengan punya tabungan maka kamu bisa selalu berjaga dengan pengeluaran yang tak pasti.
Seberapa banyak aset investasi yang kamu miliki saat ini?
Salah satu pilihan untuk memanfaatkan bonus investasi agar lebih bijak yaitu dengan memanfaatkan bonus untuk mulai berinvestasi Reksa Dana.
Beragam jenis Reksa Dana cocok untuk beragam tujuan investasi dan profil risiko yang kamu miliki. Tujuan investasi juga beragam seperti membeli rumah, persiapan biaya pernikahan, biaya sekolah S2 dan lainnya.
Selain tujuan keuangan, dengan memiliki aset investasi maka kamu dapat terhindar dari inflasi setiap tahunnya.
Apa itu investasi leher ke atas?
Pada dasarnya, investasi leher ke atas adalah bentuk mengembangkan diri dengan tujuan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar di masa mendatang. Leher keatas fokus pada investasi untuk ilmu seperti keterampilan dan pengembangan diri.
Kamu bisa manfaatkan bonus akhir tahun untuk memulai investasi leher ke atas agar tahun depan memiliki keterampilan yang lebih mumpuni dan bernilai.
Lima cara diatas dapat kamu manfaatkan setelah mendapatkan bonus akhir tahun. Fokus untuk memberikan hasil yang lebih baik daripada hanya menghamburkan uang yang tidak jelas kegunaannya.
Jangan sampai menyesal mengelola uang. Gunakan dengan bijak agar lebih bermanfaat.
Baca Juga: Strategi Dollar Cost Averaging Dalam Investasi Reksa Dana untuk Pemula
***
Yuk mulailah berinvestasi di aplikasi yang Aman & Legal seperti Makmur, karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain kamu dapat berinvestasi Reksa Dana, kamu juga bisa mendapatkan berbagai bonus investasi melalui promo-promo menarik dari Makmur. Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan.
Link: Promo-Promo Makmur
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Website: Makmur.id
Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]
Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]
RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik sepanjang Juli 2026 bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi. Pada awal bulan, IHSG masih diproyeksikan mencatatkan kinerja positif, didukung pemulihan laba sektor perbankan pada Semester I 2026 serta komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3%. Di sisi lain, masuknya pasar modal Indonesia ke dalam watchlist S&P Global dinilai belum memberikan dampak […]