Pergantian tahun selalu identik dengan persiapan resolusi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Salah satu resolusi yang bisa kamu buat adalah merubah kebiasaan impulsive buying yang kamu miliki.
Ternyata perilaku yang kerap disebut impulsive buying ini dampaknya cukup buruk bagi kondisi keuanganmu. Rencana keuangan bulanan yang sudah kamu buat setiap bulan dapat berantakan karena kebiasaan buruk satu ini.
Nah, supaya tidak mudah mengalami hal tersebut ada baiknya mulai merubah agar tidak punya kebiasaan impulsive buying kedepannya.
Baca Juga: Mengenal Fenomena January Effect Setiap Awal Tahun
Pengertian Impulsive Buying adalah perilaku yang menandakan seseorang yang gemar membeli suatu hal tanpa adanya rencana sehingga tidak memikirkan tujuan, fungsi, dan konsekuensi dari pembelian barang tersebut.
Bisa dibilang, pembelian ini dilakukan karena adanya suatu dorongan yang mempengaruhi segala tindakannya. Bisa karena penempatan barang yang menarik, diskon besar-besaran, hingga kemudahan yang terdapat pada setiap pembelian barang.
Beberapa cara untuk mencegah impulsive Buying atau pembelian impulsif seperti:
Membuat daftar belanja sebelum berbelanja ke supermarket terdekat dapat membantu kamu tetap fokus pada barang yang benar-benar diperlukan dan meminimalkan pembelian yang tidak perlu.
Membuat anggaran bulanan dapat membantu kamu untuk mengatur pengeluaran dan menentukan berapa banyak uang yang dapat kamu belanjakan tanpa merusak kondisi keuanganmu.
Memberi diri kamu waktu untuk berpikir sebelum membeli sesuatu dapat membantu kamu menentukan apakah benar-benar membutuhkan barang tersebut atau hanya tergoda untuk sementara.
Membandingkan harga dari berbagai toko dapat membantu kamu mendapatkan harga terbaik dan meminimalkan pengeluaran yang tidak perlu.
Belanja online dapat menjadi sangat mudah dan menyenangkan, tetapi juga dapat menyebabkan kamu terlalu mudah tergoda untuk membeli barang yang sebenarnya tidak kamu butuhkan.
Cara-cara sederhana diatas dapat kamu terapkan untuk mengontrol perilaku impulsive buying yang kamu miliki. Agar tidak terjadi impulsive buying kamu bisa kontrol gaji bulanan dengan menyisihkannya dan mulai untuk investasi.
Baca Juga: 5 Cara Mewujudkan Resolusi Keuangan Biar Gak Cuma Wacana
***
Yuk mulailah berinvestasi di aplikasi yang Aman & Legal seperti Makmur, karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain kamu dapat berinvestasi Reksa Dana, kamu juga bisa mendapatkan berbagai bonus investasi melalui promo-promo menarik dari Makmur. Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan.
Link: Promo-Promo Makmur
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Website: Makmur.id
Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]
Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]
Key Takeaways: Di tengah maraknya tren yang menunjukkan gaya hidup mewah di media sosial, banyak investor dengan kemampuan finansial yang baik justru memilih untuk tidak menampilkan kekayaan secara berlebihan. Tren tersebut dikenal sebagai silent wealth, yaitu konsep yang memandang pertumbuhan aset dan kesehatan finansial tidak diukur dari barang yang dimiliki atau ditunjukkan, melainkan dari aset […]
Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]
Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]
Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]