FOMO atau Fear of Missing Out artinya seseorang takut untuk tertinggal dengan suatu hal tertentu. Kondisi FOMO juga dapat terjadi pada berbagai keputusan hidupmu seperti keputusan finansial yang dapat merugikanmu.
Misalnya ramai orang staycation di akhir pekan seperti di hotel dan kamu tergoda untuk menginap di sana. Dalam kondisi keuangan, FOMO dapat menyebabkan seseorang harus mengeluarkan uang lebih besar karena mengikuti tren yang kekinian.
Apalagi era sosial media yang membuat semua orang berlomba-lomba ingin terlihat paling duluan dalam mencoba hal baru. FOMO juga dapat mendorong seseorang untuk membeli barang yang tidak dibutuhkan atau terlalu mahal, karena takut ketinggalan tren atau gaya hidup yang dianggap populer.
Hal ini dapat menyebabkan kesulitan keuangan jangka panjang, karena seseorang mungkin harus mengeluarkan uang lebih banyak daripada yang seharusnya untuk membayar cicilan atau utang yang diakibatkan dari pembelian tersebut.
Baca Juga: 5 Cara Mencegah Impulsive Buying di Awal Tahun
Untuk menghindari dampak negatif dari FOMO dalam kondisi keuangan, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan:
Memiliki rencana keuangan yang jelas akan membantumu untuk tetap fokus pada tujuan finansial jangka panjang, sehingga tidak terpengaruh oleh FOMO. Kamu punya keinginan besar yang ingin dicapai? Misalnya membeli rumah tahun depan. Ingat-ingat soal goals ini ketika kamu tergoda untuk membeli sesuatu.
Jangan terlalu cepat untuk membuat keputusan hanya karena takut ketinggalan kesempatan. Sebaiknya lakukan riset dan analisis terlebih dahulu sebelum membuat keputusan terkait biaya yang akan kamu keluarkan agar dapat mengontrol pengeluaran.
Ingatlah bahwa tren tidak selalu menjamin keuntungan finansial. Jangan terlalu banyak mengikuti tren yang dianggap populer, karena ini dapat menyebabkan pembelian yang tidak perlu dan merugikan.
Jangan terlalu banyak membandingkan keadaan finansialmu dengan orang lain, karena ini dapat menyebabkan rasa tidak puas dan berujung pada kondisi FOMO yang dapat menyebabkan pengeluaranmu semakin membengkak.
Apakah selalu salah mengikuti tren yang ada? Sebenarnya gak ada yang salah dengan mengikuti tren. Akan jadi masalah kalau kamu gak bisa mengendalikan diri dan jadi FOMO.
Dengan mengetahui bahaya FOMO untuk finansial, tentunya jadi makin lebih berhati-hati nih agar enggak impulsif dalam berbelanja.
Baca Juga: Mengenal Fenomena January Effect Setiap Awal Tahun
***
Yuk mulailah berinvestasi di aplikasi yang Aman & Legal seperti Makmur, karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain kamu dapat berinvestasi Reksa Dana, kamu juga bisa mendapatkan berbagai bonus investasi melalui promo-promo menarik dari Makmur. Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan.
Link: Promo-Promo Makmur
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Website: Makmur.id
Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]
Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]
Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]
Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]
RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]