Ilustrasi Mengelola Dana Darurat (Sumber: Prostock-studio | Envato)
Pernah mengalami kondisi genting dan mengharuskanmu keluar uang banyak dalam jangka waktu singkat? Tenang, kamu tentu saja tidak sendirian. Itu tandanya kamu sudah wajib mengelola dana darurat.
Semua orang pasti pernah mengalami kondisi tersebut biasanya untuk keperluan pengeluaran biaya kesehatan, kendaraan rusak, hingga meninggal dunia. Pengeluaran dadakan seperti itu memang harus diwaspadai.
Lalu, bagaimana cara mengelola dana darurat yang aman?
Baca Juga: 3 Masalah Keuangan Generasi Milenial yang Sering Terjadi
Dana darurat adalah dana yang dipersiapkan untuk keperluan mendesak dengan jangka waktu yang singkat. Mempersiapkan dana darurat memang sangat penting agar tidak mengganggu perencanaan uang lainnya.
Kalau tidak punya dana darurat bisa aja dana pendidikan anak atau dana lainnya yang sudah disiapkan malah terpakai. Karena sifatnya sangat mendadak, dana darurat menjadi pondasi paling awal dalam perencanaan keuangan. Lalu gimana cara mengelola dana darurat itu?
Berikut beberapa cara mengelola dana darurat yang bisa kamu lakukan:
Para financial planner di Indonesia selama ini menyatakan bahwa setiap individu maupun keluarga harus mempersiapkan dana darurat dengan jumlah besaran 3-12 bulan kali pengeluaran kita.
Sebenarnya jumlah besaran itu tergantung kebutuhan. Misal jika belum berkeluarga jumlah besarannya cukup 4-6 bulan kali pengeluaran. Lain hal jika sudah berkeluarga maka dana darurat idealnya 6-12 bulan kali pengeluaran.
Setelah menentukan besarannya kemudian, kamu dapat memulai mengumpulkan dana darurat dari menyisihkan penghasilan di awal gajian atau memotong biaya-biaya yang tidak perlu.
Setelah kita menentukan besaran jumlah dana darurat langkah selanjutnya adalah memilih produk keuangan yang cocok.
Perlu diketahui untuk dana darurat lebih cocok dengan produk keuangan yang bebas risiko dengan imbal hasil yang lumayan. Salah satu tempat menyimpan dana darurat yang memiliki risiko kecil seperti Reksa Dana Pasar Uang.
Reksa Dana Pasar Uang adalah Reksa Dana yang memiliki portofolio investasi pada deposito dan memiliki surat utang (obligasi) jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Merupakan jenis Reksa Dana yang memiliki risiko sangat rendah.
Langkah terakhir adalah memantau jumlah dana darurat berapa yang sudah terkumpul dan berapa sisanya. Kamu bisa menggunakan Aplikasi Makmur untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya dana darurat dengan berinvestasi pada Reksa Dana Pasar Uang.
Contoh: Pengeluaran bulanan sebesar Rp5 juta untuk kamu yang masing single. Maka dana darurat yang terkumpul minimal 3 kali gaji sebesar Rp15 juta.
Jika kamu menyisihkan uang Rp1 juta per bulan untuk dana darurat, maka ada 15 bulan lagi yang harus kamu tempuh untuk mendapatkan dana darurat ideal. Kamu wajib pantau dan tetap konsisten untuk berhasil mewujudkan dana darurat.
Apakah dana darurat jumlahnya dapat direvisi? Tentu saja bisa. Kamu dapat menambahkan atau mengurangi dengan sesuai kebutuhan.
Demikianlah 3 tips mengelola dana darurat yang dapat kamu praktikan agar dana darurat cepat terkumpul dan aman dari risiko.
Baca Juga: 4 Kebiasaan Buruk Mengelola Gaji Bikin Makin Boros
_________________________________________________________________________________________
Yuk mulailah berinvestasi di aplikasi yang Aman & Legal seperti Makmur, karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain kamu dapat berinvestasi Reksa Dana, kamu juga bisa mendapatkan berbagai bonus investasi melalui promo-promo menarik dari Makmur. Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan.
Link: Promo-Promo Makmur
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Website: Makmur.id
Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]
Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]
Key Takeaways: Di tengah maraknya tren yang menunjukkan gaya hidup mewah di media sosial, banyak investor dengan kemampuan finansial yang baik justru memilih untuk tidak menampilkan kekayaan secara berlebihan. Tren tersebut dikenal sebagai silent wealth, yaitu konsep yang memandang pertumbuhan aset dan kesehatan finansial tidak diukur dari barang yang dimiliki atau ditunjukkan, melainkan dari aset […]
Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]
Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]
Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]