Setiap investor memiliki masing-masing tipe ketika dalam berinvestasi. Tipe tersebut juga berdasarkan dari bagaimana investor menerima seberapa besar risiko dari investasi yang harus ditanggung.
Ada investor yang sama sekali tidak suka risiko ada juga sebaliknya. Sehingga masing-masing punya karakteristik masing-masing. Maka dari itu, saat memilih produk Reksa Dana wajib mengetahui jenis Reksa Dana agar memilih produk dengan tepat.
Baca Juga: 5 Tips Investasi Reksa Dana yang Wajib Diketahui Oleh Investor Pemula
Risiko investasi adalah potensi kerugian yang dapat dialami oleh investor dari aktivitas investasi tersebut. Risiko ini umumnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu risiko sistematis (systematic risk) dan risiko tidak sistematis (unsystematic risk).
Risiko Sistematis merupakan jenis risiko eksternal yang tak dapat dihindari atau dikendalikan. Risiko investasi ini dapat mempengaruhi semua efek serta tak dapat dikurangi dengan diversifikasi. Contoh suku bunga, inflasi, nilai tukar dan lainnya.
Risiko Tidak Sistematis merupakan jenis risiko yang dapat dihindari atau dikendalikan. Contoh: risiko likuiditas, risiko finansial, risiko bisnis dan lainnya.
Di dalam berinvestasi, terdapat tiga tipe investor yang akan dijumpai. Mereka adalah tipe konservatif, moderat dan agresif. Seperti apa ketiga investor tersebut?
Tipe satu ini adalah tipe yang menghindari risiko dan mengejar keamanan modal investasi. Lebih baik untung kecil namun tidak terkena risiko. Risiko menjadi satu faktor utama yang wajib dihindari. Biasanya lebih cocok dengan Reksa Dana Pasar Uang
Tipe ini yang punya toleransi terhadap risiko namun gak begitu tinggi asal lebih aman. Lebih dapat menerima risiko daripada tipe konservatif dan mulai mencari imbal hasil yang lebih tinggi. Biasanya lebih cocok dengan Reksa Dana Pendapatan Tetap.
Tipe pemberani satu ini paling berani menerima risiko daripada tipe-tipe sebelumnya. Tujuan utamanya adalah berapa akan mendapatkan cuan sebesar-besarnya tanpa takut jika terkena risiko penurunan investasi. Biasanya lebih cocok dengan Reksa Dana Campuran dan Reksa Dana Saham.
Dari tipe-tipe yang berbeda diatas, masing-masing orang punya keinginannya masing-masing. Pilih produk Reksa Dana sesuai dengan kemampuanmu dalam menerima investasi.
Baca Juga: Lakukan 4 Strategi Bebas Utang Ini Bikin Hidup Kamu Lebih Bahagia
***
Yuk mulailah berinvestasi di aplikasi yang Aman & Legal seperti Makmur, karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain kamu dapat berinvestasi Reksa Dana, kamu juga bisa mendapatkan berbagai bonus investasi melalui promo-promo menarik dari Makmur. Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan.
Link: Promo-Promo Makmur
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Website: Makmur.id
Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]
Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]
Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]
Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]
RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]