Ilustrasi Generasi Milenial (Sumber: MirkoVitali | Envato)
Saat ini, masalah keuangan generasi milenial selalu menjadi topik obrolan yang hangat diperbincangkan oleh semua orang. Bukan karena sebab, generasi milenial sering diasumsikan sebagai generasi yang boros dan tidak dapat mengatur uang.
Padahal di satu sisi generasi ini menjadi generasi yang melek teknologi. Namun, karena terbiasa dengan kemudahan teknologi membuat tren belanja online meningkat. Update gadget terbaru, beli barang barang branded sampai menghabiskan waktu di coffee shop.
Selain budaya hidup yang lebih konsumtif, para milenial saat ini juga punya beberapa masalah keuangan yang harus mereka hadapi. Apa saja itu?
Baca Juga: 4 Kebiasaan Buruk Mengelola Gaji Bikin Makin Boros
Setiap generasi memiliki masalahnya masing-masing. Tak terkecuali dengan generasi milenial yang terkenal boros. Lalu apa saja masalah keuangan generasi milenial yang sering terjadi saat ini?
Gaya hidup yang lebih konsumtif menuntut gaya hidup yang berbeda karena lebih banyak menghabiskan uangnya untuk membeli secangkir kopi di coffee shop agar terlihat lebih keren dan up-to-date dengan gaya kekinian.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh IDN Times 2019 bahwa hanya sebesar 10% dari total pendapatan yang disisihkan untuk menabung oleh para milenial ini.
Kecilnya prosentase tersebut menunjukkan bahwa milenial memang tidak suka menabung dan lebih rela menghabiskan uangnya untuk hal lain contohnya secangkir kopi.
Bayangkan saja, secangkir kopi dengan harga kurang lebih 50 ribu rela dibeli setiap hari untuk memenuhi gaya hidup daripada menyisihkan uangnya untuk ditabung.
Coba kita buat asumsinya jika membeli kopi seharga 50 ribu dengan seminggu kita membeli sebanyak 3 kali maka dalam kita harus merogoh kocek sebesar 150 ribu, Bagaimana dengan sebulan? Total yang harus kita bayarkan sebesar 600 ribu. Lumayan besar bukan?
Jika uang tersebut ditabung bukan tidak mungkin para millennial dapat mempersiapkan dana darurat hingga masa pensiunnya sejak dini hanya dari tabungannya loh.
Selain susah menabung karena gaya hidup yang lebih konsumtif, para milenial bisa saja semakin terbawa arus untuk memiliki banyak utang. Godaan kartu kredit yang menjamur saat ini ditambah maraknya pinjaman online yang semakin mudah diakses.
Padahal penggunaan kartu kredit yang berlebihan sering melupakan penggunanya bahwa terdapat bunga dan denda dalam setiap tagihan. Ketidak pahaman yang mendalam tentang kartu kredit untuk memudahkan setiap transaksinya menjadi berupa cicilan.
Perlu diingat porsi penggunaan cicilan maksimal sebesar 30% dari total pendapatan bulanan agar kamu tetap dapat membayar cicilan tepat waktu.
Walaupun semakin naiknya tuntutan gaya hidup dan penggunaan kartu kredit yang membuat utangmu semakin besar dapat diantisipasi dengan lebih bijaknya penggunaan kartu kredit.
Masalah keuangan generasi milenial disebabkan beban keuangan yang besar seperti utang kerap menjadi alasan utama para milenial melakukan pembelaan untuk tidak sempat memulai investasinya.
Tentu saja berpengaruh pada gaya investasi generasi milenial saat ini. Setiap mendapatkan gaji bulanan, yang dilakukan para millennial adalah membayarkan hutang dan cicilan terlebih dahulu yang dimiliki.
Anggaran-anggaran yang dimiliki seharusnya dapat digunakan untuk investasi tetapi terhambat bila utang dibiarkan menumpuk.
Padahal di era digital seperti saat ini semakin memudahkan para generasi milenial untuk dapat menyisihkan uangnya guna menyiapkan aset jangka panjangnya.
Kecenderungan saat ini dengan menggunakan aplikasi mobile sudah dapat memudahkan untuk tetap berinvestasi dengan lebih mudah.
Tiga hal diatas menjadi tiga masalah keuangan generasi milenial yang paling sering dihadapi saat ini. Apakah kamu juga mengalaminya?
Baca Juga: 4 Tips Mengatur Uang yang Baik di Usia 25-an
_________________________________________________________________________________________
Yuk mulailah berinvestasi di aplikasi yang Aman & Legal seperti Makmur, karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain kamu dapat berinvestasi Reksa Dana, kamu juga bisa mendapatkan berbagai bonus investasi melalui promo-promo menarik dari Makmur. Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan.
Link: Promo-Promo Makmur
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Website: Makmur.id
Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]
Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]
RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik sepanjang Juli 2026 bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi. Pada awal bulan, IHSG masih diproyeksikan mencatatkan kinerja positif, didukung pemulihan laba sektor perbankan pada Semester I 2026 serta komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3%. Di sisi lain, masuknya pasar modal Indonesia ke dalam watchlist S&P Global dinilai belum memberikan dampak […]