Ilustrasi freelancer (Sumber: Envato)
Berkembangnya era digital saat ini tentu saja mulai bermunculan jenis ragam profesi baru. Salah satunya adalah freelancer. Freelancer adalah pekerja lepas waktu yang tidak terikat oleh jam kerja layaknya orang-orang kantoran lainnya.
Biasanya para freelancer memiliki keahlian yang berbeda satu sama lain seperti fotografer, penerjemah, MC, web designer, penulis dan lainnya. Mereka memiliki kebebasan dalam mengatur besaran penghasilan dan bekerja sendiri.
Karena memiliki kebebasan dalam mengatur penghasilan berdasarkan proyek yang digarap dan kesanggupan klien akan membayarkan jasanya maka freelancer tidak mendapatkan penghasilan tetap setiap bulannya.
Penghasilan yang tidak menentu kerap menjadi sebuah masalah tersendiri para freelancer. Oleh karena itu, salah satu hal yang sangat diwajibkan oleh para freelancer adalah kemampuan mengatur keuangan yang baik agar segala kebutuhan dapat terpenuhi.
Baca Juga: 4 Cara Bijak Untuk Mengatur Pendapatan Tambahan Milikmu
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh para freelancer untuk membantu mengatur keuangan setiap bulannya.
Bagi seorang freelancer yang tidak memiliki penghasilan tetap setiap bulannya maka wajib memiliki detail laporan keuangan pribadi.
Laporan keuangan ini dapat dibuat dengan pencatatan jenis penawaran kerja apa saja yang dapat diterima oleh freelancer. Catat juga tanggal pengerjaan, pembayaran serta nominal dari proyek yang sedang dikerjakan.
Tidak hanya penghasilan saja yang dicatat, pengeluaran setiap bulannya juga wajib dicatat bahkan pengeluaran setiap harinya. Simpan struk pembayaran agar kamu dapat melihat uang setiap harinya digunakan buat kebutuhan apa saja.
Laporan keuangan yang detail akan dapat memperkirakan jumlah anggaran setiap bulannya sehingga kamu dapat jauh lebih aman untuk menyiapkan anggaran kedepannya sesuai dengan penghasilan dan pengeluaran.
Selain memiliki laporan keuangan pribadi, yang harus disiapkan oleh seorang freelancer adalah dana darurat.
Dana darurat sangat penting bagi seorang freelancer karena dengan pembayaran proyek yang dapat diundur dan lainnya yang tidak pasti maka dana darurat akan membantumu tetap bisa hidup seperti biasanya tanpa harus khawatir tidak memiliki uang.
Salah satu cara menyiapkan dana darurat yaitu dengan menyisihkan 10% dari pendapatan setiap bulannya dari hasil pengerjaan proyek untuk dikumpulkan sebagai dana darurat.
Besaran dana darurat tentu saja relatif idealnya dapat mencukupi kebutuhan 3-6 bulan ketika sedang tidak bekerja atau belum mendapatkan penawaran proyek kembali.
Setelah memiliki dana darurat langkah berikutnya adalah uang yang kamu sisihkan juga untuk investasi.
Saat ini jenis investasi sangat beragam yang dapat dipilih. Jangan lupa kamu harus memilih instrumen investasi yang memiliki return di atas inflasi tahunan. Investasi yang memiliki return di atas inflasi seperti Reksa Dana.
Bagi seorang freelancer mempersiapkan investasi jangka panjang memang sudah sebagai kewajiban untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik hingga masa pensiun nantinya.
Apapun pekerjaannya saat ini, wajib dapat merencanakan keuangan setiap bulannya dengan bijak. Mulai atur keuangan sejak dini agar dapat menikmati hasilnya di masa depan.
Baca Juga: 3 Kebiasaan Ini Membuat Pengeluaran Semakin Membengkak
_______________________________________________________________
Yuk mulailah berinvestasi di aplikasi yang Aman & Legal seperti Makmur, karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain kamu dapat berinvestasi Reksa Dana, kamu juga bisa mendapatkan berbagai bonus investasi melalui promo-promo menarik dari Makmur. Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan.
Link: Promo-Promo Makmur
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Website: Makmur.id
Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]
Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]
RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik sepanjang Juli 2026 bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi. Pada awal bulan, IHSG masih diproyeksikan mencatatkan kinerja positif, didukung pemulihan laba sektor perbankan pada Semester I 2026 serta komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3%. Di sisi lain, masuknya pasar modal Indonesia ke dalam watchlist S&P Global dinilai belum memberikan dampak […]