makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

ETF dan Reksa Dana Terlihat Sama, Tapi Ini Mekanisme yang Membedakannya

author
Content Management
author
19 Mei 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Perbedaan ETF dan reksa dana terdapat pada mekanisme transaksi dan penentuan harga.
  • ETF memberikan fleksibilitas dengan memungkinkan investor membeli atau menjual unitnya secara real-time.
  • Reksa dana lebih disarankan bagi investor yang mengutamakan kemudahan pengelolaan dan pengurangan risiko.

Exchange Traded Fund (ETF) dan reksa dana sering dianggap serupa karena keduanya memungkinkan investor untuk berinvestasi dalam portofolio yang terdiversifikasi tanpa harus membeli saham secara langsung. Meskipun demikian, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan, terutama dalam mekanismenya.

Exchange Traded Fund (ETF) adalah jenis reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek seperti saham di pasar sekunder. Harga ETF berfluktuasi sepanjang hari perdagangan mengikuti penawaran dan permintaan pasar, dan umumnya mereplikasi indeks tertentu, seperti indeks LQ45.

Meskipun sama-sama mengelola dana kolektif, ETF dan reksa dana memiliki perbedaan utama pada mekanisme perdagangan dan penentuan harga. Reksa dana merupakan wadah investasi yang dikelola oleh manajer investasi ke berbagai instrumen seperti saham, obligasi, atau pasar uang. Berbeda dengan ETF, transaksi reksa dana tidak dilakukan di bursa, melainkan melalui agen penjual reksa dana dengan harga yang ditentukan berdasarkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) harian. Selain itu, pada reksa dana, investor perlu menunggu publikasi NAB harian dan memperhatikan cut-off time.

Memahami Perbedaan ETF dan Reksa Dana

Untuk membuat keputusan investasi yang tepat, penting bagi investor untuk memahami perbedaan mekanisme antara ETF dan reksa dana. Berikut adalah perbedaan ETF dan reksa dana yang terbagi dalam mekanisme transaksi dan penentuan harga:

1. Mekanisme transaksi

Perbedaan ETF dan reksa dana terletak pada cara transaksi dan waktu perdagangan. ETF diperdagangkan langsung di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui perusahaan sekuritas, mirip dengan saham, yang memungkinkan investor untuk membeli atau menjual unitnya kapan saja selama jam bursa berlangsung (09.00–16.00).

Sementara itu, reksa dana tidak diperdagangkan di bursa saham, melainkan melalui agen penjual reksa dana, seperti bank atau aplikasi reksa dana Makmur. Pembelian atau penjualan reksa dana dilakukan berdasarkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang dihitung dan dipublikasikan setiap hari, setelah bursa tutup.

2. Mekanisme penentuan harga

Perbedaan ETF dan reksa dana juga terletak pada mekanisme penentuan harga selama waktu perdagangan. Pada ETF, transaksi jual beli unit dapat dilakukan kapan saja selama jam bursa berlangsung dengan harga yang berfluktuasi secara real-time. Sebagai contoh, jika Anda ingin membeli ETF LQ45 pada 3 Februari 2026 di harga Rp1.007, maka harga yang harus Anda bayarkan per unit sesuai dengan harga tersebut. Jika Anda menginvestasikan dana sebesar Rp5.000.000, maka Anda akan memperoleh sekitar 4.900 unit, mengingat transaksi ETF dilakukan dalam satuan lot (100 unit).

Berbeda dengan ETF, transaksi reksa dana menggunakan Nilai Aktiva Bersih (NAB) harian dan mengikuti batas waktu transaksi atau cut-off time (CoT). Misal, jika diketahui reksa dana saham Bahana Icon Syariah Kelas G berada pada harga Rp1.341,24 per 2 Februari 2026. Maka terdapat dua skenario:

  • Skenario A

Jika Anda menyetor dana pada pukul 14.00 WIB tanggal 2 Februari, Anda tidak mendapatkan harga Rp1.341,24. Anda akan mendapatkan harga NAB tanggal 3 Februari yang baru dipublikasikan pada sore atau malam hari tanggal 3.

  • Skenario B

Jika Anda menyetor dana sebelum cut-off time pukul 13.00 WIB pada tanggal 2 Februari, Anda akan mendapatkan harga hari itu, yaitu Rp1.341,24.

Jika Anda berencana menginvestasikan dana di reksa dana saham tersebut sebesar Rp5.000.000 dengan skenario B, maka Anda akan mendapatkan unit sebanyak 3.727,89 yang dapat dihitung menggunakan rumus nilai investasi dibagi NAB per unit.

Pertimbangan dalam Memilih ETF dan Reksa Dana

Berdasarkan perbedaan ETF dan reksa dana tersebut, ETF cocok bagi investor yang menginginkan kontrol penuh atas waktu transaksi dan siap menghadapi volatilitas pasar yang terjadi sepanjang hari. 

Namun, reksa dana dapat menjadi pilihan bagi investor yang mengutamakan kemudahan dan pengelolaan investasi jangka panjang. Transaksi reksa dana dilakukan melalui MI dan harga ditentukan berdasarkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang dihitung dan dipublikasikan setiap hari setelah bursa tutup. Meskipun tidak dapat diperdagangkan sepanjang hari, sistem NAB membuat investor tidak perlu memantau pergerakan harga secara real-time sehingga lebih sesuai untuk pendekatan investasi jangka panjang.

Selain itu, proses pembelian reksa dana mengikuti skenario yang lebih terstruktur, di mana harga NAB dipublikasikan secara jelas setelah jam bursa, memungkinkan investor mengambil keputusan investasi secara lebih terencana. 

Hal ini menjadikan reksa dana lebih sesuai bagi investor yang menginginkan diversifikasi dengan risiko yang lebih terkelola, tanpa perlu khawatir tentang fluktuasi harga yang cepat, seperti yang terjadi pada ETF. Dengan pertimbangan tersebut, reksa dana dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai untuk investor yang mengutamakan kestabilan dan perencanaan jangka panjang.

Reksa dana juga menawarkan kemudahan bagi mereka yang tidak memiliki waktu atau keahlian untuk memantau pasar setiap saat, karena manajer investasi (MI) profesional yang mengelola portofolio. 

Terdapat berbagai produk reksa dana yang ada di Makmur, salah satunya adalah Bahana Icon Syariah Kelas G. Berdasarkan data per 18 Mei 2026, reksa dana tersebut memiliki pertumbuhan sebesar 29,54% dalam satu tahun terakhir.
*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.

Tentang Makmur

PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.

Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya, baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Momentum May dan Semua Bisa Makmur.

Link: Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

BI Rate Naik 25 bps ke 5,50% di Luar Jadwal RDG, Apa yang Perlu Dicermati Investor?

Key Takeaways: Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada 9 Juni 2026, dari 5,25% menjadi 5,50%. Sebelumnya, pada 20 Mei 2026, BI juga telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin dari 4,75% menjadi 5,25%. Pengumuman tersebut tergolong tidak biasa karena diputuskan melalui rapat mingguan di luar jadwal […]

author
Content Management
calendar
11 Juni 2026
Artikel

Tips Memilih Reksa Dana Saham: Evaluasi Konsistensi Kinerja dan Bandingkan dengan Benchmark

Key Takeaways: Perubahan nilai aktiva bersih (NAB) pada reksa dana saham, baik dalam tren naik maupun turun, merupakan kondisi yang wajar. Hal ini disebabkan oleh pergerakan harga saham yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti sentimen global, kondisi makroekonomi, serta fundamental perusahaan. Oleh karena itu, tujuan berinvestasi pada reksa dana saham bukan untuk sepenuhnya menghindari penurunan, melainkan […]

author
Content Management
calendar
09 Juni 2026
Artikel

Gaji Terasa Cepat Habis? Ini Cara Melakukan Review Keuangan Bulanan Agar Optimal

Key Takeaways: Gaji yang terasa cepat habis sering menjadi persoalan yang berulang dari bulan ke bulan. Ketika awal gajian, kondisi keuangan tampak terkendali, namun tanpa disadari, pengeluaran kecil justru menyebabkan total pengeluaran membengkak. Akibatnya, sisa dana di akhir bulan tidak sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Kondisi ini umumnya bukan hanya disebabkan oleh besarnya […]

author
Content Management
calendar
08 Juni 2026
Artikel

Perusahaan dengan WACC Rendah Dianggap Efisien, Benarkah Selalu Menguntungkan Investor?

Key Takeaways: Efisiensi biaya pendanaan sering kali dikaitkan dengan kemampuan perusahaan dalam mengelola struktur modalnya. Salah satu indikator dalam menilai efisiensi tersebut adalah Weighted Average Cost of Capital (WACC). Banyak yang menganggap WACC rendah sebagai tanda efisiensi dan daya tarik bagi investor. Namun, apakah asumsi ini selalu benar? WACC adalah rata-rata tertimbang dari biaya modal […]

author
Content Management
calendar
05 Juni 2026
Artikel

Tertarik Investasi di Reksa Dana Indeks? Pahami Mekanisme Replikasi dan Rebalancing Portofolio

Key Takeaways: Reksa dana indeks semakin sering menjadi pilihan dalam perencanaan investasi. Produk ini dirancang untuk meniru kinerja suatu indeks pasar, seperti LQ45, IDX30, IHSG, dan JII. Alih-alih mengandalkan strategi pemilihan saham secara aktif, reksa dana indeks berupaya mengikuti arah pergerakan indeks acuannya. Banyak investor tertarik karena kinerjanya yang sejalan dengan pasar tanpa perlu analisis […]

author
Content Management
calendar
03 Juni 2026
Artikel

Bagaimana Cara Mendeteksi Akumulasi Saham Menggunakan Data Broker Flow? Ini Penjelasannya

Key Takeaways: Sebagai investor, pemahaman terhadap pergerakan saham sangat diperlukan untuk membuat keputusan investasi yang lebih baik. Salah satu fitur yang dapat membantu investor untuk memprediksi pergerakan saham adalah data broker flow. Broker Flow adalah data yang merangkum aktivitas transaksi (beli dan jual) yang dilakukan oleh perusahaan sekuritas atau broker dalam periode waktu tertentu. Data […]

author
Content Management
calendar
03 Juni 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0